Pemetaan Kawasan Prioritas Dalam Perencanaan Blue-Green Infrastructure di Kota BekasiMUHAMMAD RAIHAN KAUTSAR / Dian Prasetyaning Sukmawati, S.T., M.T. / Perencanaan Wilayah dan Kota, 2025Banjir merupakan salah satu bencana alam yang paling sering terjadi di Indonesia dan menyebabkan kerugian signifikan setiap tahunnya. Kota Bekasi tercatat sebagai wilayah dengan resiko banjir tertinggi di kawasan Jabodetabek, terutama akibat curah hujan tinggi, konversi lahan, dan rendahnya kapasita... |
Lokasi Potensial Penerapan Blue Green Infrastructure Sebagai Upaya Mitigasi Bencana Banjir di Kecamatan Bumi WarasNATASYA CHAERANIH / Muh. Abdi Danurja Rahman Aziz, S.T., M.R.K. / Perencanaan Wilayah dan Kota, 2025Kecamatan Bumi Waras merupakan salah satu wilayah di Kota Bandar Lampung yang rentan terhadap bencana banjir akibat curah hujan tinggi, sistem drainase yang tidak memadai, dan dominasi kawasan terbangun. Berdasarkan data BPBD Kota Bandar Lampung, Kecamatan Bumi Waras dikategorikan banjir tinggi. Pen... |
Redesain Ruang Terbuka Hijau Publik Embung A ITERA sebagai Ruang Rekreasi Berkelanjutan dengan Pendekatan Green Infrastructure dan Human Centered DesignMuhamad Faisal Faturahman / Septi Maulidyah, S.T, M.T. / Arsitektur Lanskap, 2026Ruang Terbuka Hijau Publik (RTHP) memiliki peran strategis sebagai infrastruktur ekologis sekaligus ruang sosial yang mendukung keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan manusia. Embung A Institut Teknologi Sumatera (ITERA) merupakan salah satu RTHP dengan luas ±3,4 ha yang berfungsi sebagai kolam... |
Perencanaan Lanskap Pusat Perkotaan dengan Penerapan Blue Green Infrastructure di Tembilahan, RiauWindah Inayati / Fran Sinatra, S.P., M.T / Arsitektur Lanskap, 2026Tembilahan yang terletak di tepi Sungai Indragiri telah berkembang menjadi pusat administratif dan ekonomi regional, yang menjadi gerbang utama transportasi, perdagangan, dan kuliner tradisional. Akan tetapi, meningkatnya intensitas banjir rob tahunan sedalam 20 hingga 50 cm menimbulkan gang... |