(0721) 8030188    pusat@itera.ac.id   

Implementasi Algoritma Advanced Encryption Standard Bit 128 dengan Cipher Block Chaining (AES-128-CBC) Sebagai Sistem Pengaman Data Telemetri Unmanned Aerial Vehicle Berbasis Internet of Things.


Era serba digital sangat berpengaruh terhadap perkembangan teknologi komunikasi. Jaringan yang semakin cepat dan perangkat elektronik cerdas telah banyak dikembangkan. Adapun internet dapat menjadi media sekaligus mempengaruhi Unmanned Aerial Vehicle (UAV) agar dapat terbang di mana pun. Namun dengan terkoneksinya flight controller pada internet, peluang terjadinya ancaman terhadap pengubahan dan pencurian data saat proses transmisi semakin besar. Hal ini terjadi karena data yang melintas pada jaringan publik seperti internet diasumsikan dapat diakses oleh siapapun, termasuk oknum-oknum yang berniat mengubah atau mencuri data tersebut secara sniffing. Oleh karena itu, untuk melindungi data selama prosestransmisi diperlukan adanya suatu proteksi. Salah satu teknik pengamanan data adalah kriptografi, dimana data yang dikirimkan melalui internet akan disamarkan. Sehingga data pada saat transmisi akan terlindung dari aktivitas pengubahan atau pencurian oleh pihak yang tidak berwenang. Pengamanan data pada saat proses transmisi dapat dilakukan dengan mengenkripsi data dari plaintext menjadi ciphertext. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan menerapkan sistem keamanan berbasis Internet of Things (IoT) pada produk pengendalian dan pemantauan UAV. Produk ini bernama Control and Monitoring UAV Using IoT Web Based (TRUSTED) yang dapat mengamankan data pada proses transmisi dengan metode handal yaitu algoritma advanced encryption standard panjang kunci 128 bit dengan Cipher Block Chaining (AES-128-CBC). Metode ini dipilih karena sejauh yang kami tahu, memiliki tingkat pengamanan yang tinggi dan saat ini belum adanya cryptanalysis yang berhasil meretas AES-128-CBC. Hasil pengujian menunjukkan bahwa alat ini dapat bekerja dengan baik, fitur-fitur enkripsi dan dekripsi dapat berfungsi, serta data yang dikirimkan tidak dapat terbaca melalui pihak ketiga tanpa mengetahui key yang digunakan. Terakhir, transmisi data mempunyai tingkat keberhasilan yang tinggi namun waktu yang dibutuhkan terbilang kurang cepat sebesar 836.8667 μs untuk enkripsi dan 369.6 μs untuk dekripsi. Sebagai tambahan, untuk implementasi di penelitian mendatang, mikrokontroler yang digunakan dapat secara langsung menggantikan Arduino dan mendukung koneksi Wireless Fidelity (Wi-Fi) sekaligus agar dapat mempercepat waktu transmisi. Demikian, kami harapkan penelitian ini dapat memberikan kontribusi untuk masyarakat dan ilmu pengetahuan dalam pengembangan teknologi UAV secara mandiri di Sumatra, Indonesia dan dunia. Kata Kunci : TRUSTED, UAV, IoT, enkripsi dan dekripsi.

Publisher


URI
http://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2109050007

Collection
Teknik Elektro