(0721) 8030188    pusat@itera.ac.id   

Modifikasi Algoritma Block Cipher dengan Pengelompokan Plainteks Menggunakan K-Means Clustering


Seiring perkembangan teknologi sangat mudah jika ingin bertukar informasi. Namun, dengan kemudahan yang dirasakan, tentunya memiliki resiko yaitu berupa keamanan pesan yang belum tentu terjaga. Salah satu yang sering terjadi adalah pencurian informasi, sehingga teknik untuk mengamankan informasi juga perlu ditingkatkan salah satunya dengan kriptografi. Terdapat dua jenis kriptografi, yaitu kriptografi klasik dan kriptografi modern. Algoritma block cipher merupakan metode kriptografi modern yang tidak terlalu rumit. Karena itu, dirasa perlu untuk dilakukan modifikasi pada algoritma ini dengan tujuan untuk menghasilkan kunci yang lebih beragam, dan menjadikan algoritma dengan kunci yang sulit untuk diterka. Pada penelitian ini akan dilakukan modifikasi yang menggunakan konsep dasar dari algoritma block cipher, yang mana setelah plaintext dikonversi menjadi biner (0 atau 1) maka bit-bit tersebut akan dipartisi sesuai ukuran yang diinginkan. Bit plaintext yang telah dipartisi akan dikelompokkan menggunakan K-means Clustering. Setelah plaintext dikelompokan, maka akan dibangun sebuah kunci random yang mana akan berbeda untuk setiap anggota dalam satu cluster dan akan sama jika berbeda cluster. Hasil dari penelitian ini plaintext berhasil dienkripsi menjadi ciphertext dan pada pengujian recovery ciphertext terbukti dapat didekripsi kembali menjadi pesan awal atau plaintext. Pada pengujian analisis frekuensi didapat nilai variansi untuk plaintext sebesar 1230.7231822696233 dan nilai variansi untuk ciphertext sebesar 4329.023153795 dengan pengelompokan plaintext ke dalam 30 cluster serta nilai variansi untuk ciphertext sebesar 4487.07153121513 dengan pengelompokan plaintext ke dalam 120 cluster. Dari hasil pengelompokan yang dilakukan pada pengujian analisis frekuensi, dilakukan perhitungan silhouette coefisien terhadap hasil pengelompokan dengan menggunakan 30 cluster dan 120 cluster. Hasilnya, nilai silhouette coefisien dari pengelompokan 120 cluster jauh lebih baik yaitu sebesar 0.7511408435874822 dengan kategori strong structure, dibandingkan nilai silhouette coefisien dari pengelompokan 30 cluster hanya bernilai sebesar 0.37023451881692465 dengan kategori weak structure. Selain pengujian di atas, dilakukan pula pengujian perbandingan algoritma antara algoritma block cipher modifikasi dengan algoritma block cipher sederhana yang dilakukan dengan pengecekan pola kunci, hasil menunjukan bahwa kunci yang dihasilkan dari Modifikasi Algoritma Block Cipher dengan Pengelompokan Plaintext Menggunakan K-Means Clustering terbukti lebih beragam dibandingkan Algoritma Block Cipher sederhana. Kata kunci : Keamanan informasi, Kriptografi, Enkripsi, Dekripsi, Block Cipher.

Publisher


URI
http://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2109020031

Collection
Student Dissertations and Theses