(0721) 8030188    pusat@itera.ac.id   

Penilaian Koefisien Kekasaran Manning di Sungai Way Lunik


Sungai yang sudah mengalami pengerukan pada dasar sungai akan merubah nilai kekasaran dasar sungai. Pengerukan sudah sering dilakukan pada Sungai Way Lunik sehingga nilai kekasaran dasar saluran akan terus berubah. Nilai kekasaran dasar saluran diperlukan untuk mengetahui prediksi debit aliran di Sungai Way Lunik. Penelitian ini bertujuan mengetahui nilai kekasaran Sungai Way Lunik dengan parameter hidraulik, geometri, dan gradasi dasar saluran sehingga diketahui nilai kekasaran serta perbedaan hasil hitungan debit pada sungai. Metode yang digunakan dalam penelitian itu berupa perhitungan nilai kekasaran Koefisien Manning berdasarkan pendekatan parameter hidraulik, pengamatan langsung dengan penilaian Koefisien Manning berdasarkan tabel Cowan, dan menghitung nilai kekasaran Manning berdasarkan gradasi material dasar sungai menggunakan metode persamaan Anderson, Raudviki, Meyer, Subramaya, Bajorunas, dan Wong Parker. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan data primer dan sekunder yang didapatkan dari penelitian yang dilakukan oleh Sonia (2020) mengenai angkutan sedimen. Nilai kekasaran Manning berdasarkan parameter hidraulik berkisar 0,022-0,079 sedangkan nilai kekasaran Manning berdasarkan parameter geometri yaitu 0,0165 dan nilai kekasaran Manning berdasarkan gradasi material dasar sungai yaitu Metode Anderson 0,0076-0,0117; Metode Raudviki 0,106-0,0152; Metode Meyer 0,0097-0,0140; Metode Subramaya 0,0119-0,0171; Metode Bajorunas 0,0086-0,0123; dan Metode Wong Parker 0,0109-0,0156. Perhitungan koefisien kekasaran Manning berdasarkan pendekatan parameter hidraulik memiliki pengaruh yang cukup besar, terutama kecepatan aliran dan penampang basah dari saluran. Hasil analisis nilai kekasaran Manning berbagai metode yang digunakan untuk menghitung debit aliran didapatkan besar penyimpangan debit terhadap debit terukur yang terjadi yaitu parameter geometri sebesar 43%, parameter hidraulik sebesar 91%, Metode Anderson sebesar 1865%, Metode Raudviki sebesar 608%, Metode Meyer sebesar 673%, Metode Subramaya sebesar 533%, Metode Bajorunas sebesar 775%, dan Metode Wong Parker sebesar 592%.

Publisher


URI
http://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2108250053

Collection
Teknik Sipil