(0721) 8030188    pusat@itera.ac.id   

Model Bangkitan dan Tarikan Pergerakan Pada Kawasan Permukiman di Bandarlampung (Studi Kasus: Jalan Urip Sumoharjo)


Perencanaan kota merupakan suatu tahapan penyelesaian masalah yang mungkin timbul akibat dari terus bertambahnya jumlah penduduk kota yang juga berhubungan dengan meningkatnya ragam aktivitas yang kemudian mempengaruhi guna lahan dan mobilitas kota, sehingga menjadikan persoalan transportasi harus dapat diidentifikasi penyebabnya saat ini agar dapat direncanakan tindakan preventif untuk masa yang akan datang. Pada Kota Bandarlampung yang merupakan kota metropolitan terlihat bahwa penduduknya semakin padat dan aktivitas perkotaannya semakin beragam seperti dapat dilihat pada Jalan Urip Sumoharjo yang disekitarnya berkembang guna lahan yang heterogen yaitu kawasan permukiman, kawasan perdagangan dan jasa serta kawasan pelayanan umum dimana Jalan Urip Sumoharjo adalah sebagai jalan strategis Kota Bandarlampung. Dilihat dari kondisi Jalan Urip Sumoharjo tersebut muncul permasalahan transportasi di Jalan Urip Sumoharjo yaitu besaran pergerakan yang lebih besar dari kapasitas jalan sehingga terjadi antrean kendaraan terlebih pada jam – jam sibuk sehingga tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi model bangkitan dan tarikan pergerakan pada kawasan permukiman untuk mengetahui faktor penyebab pergerakan serta menghitung kinerja Jalan Urip Sumoharjo. Adapun ruang lingkup wilayah penelitian ini adalah 5 segmen Jalan Urip Sumoharjo sepanjang 2,38 km yang melewati 3 kelurahan (Kelurahan Gunung Sulah, Kelurahan Way Halim Permai dan Kelurahan Jagabaya III) di Kecamatan Way Halim. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan metode regresi linear berganda, analisis statistik deskriptif, analisis kinerja jalan dan peramalan kiner jalan. Berdasarkan hasil analisis teridentifikasi faktor yang mempengaruhi pergerakan pada Jalan Urip Sumoharjo adalah jumlah anggota keluarga, jumlah anggota keluarga yang bekerja, rata – rata jarak dan waktu pergerakan, pendapatan perbulan, kepemilikan kendaraan, tujuan perjalanan, maksud perjalanan, kepadatan permukiman dan aksesibilitas. Untuk volume lalu lintas yang berkaitan dengan kinerja jalan paling tinggi adalah pada segmen jalan 4 saat jam puncak sore hari. Berdasarkan kondisi tersebut kemudian perlu untuk dapat merekomendasikan solusi terkait peningkatan kinerja jalan berdasarkan faktor yang mempengaruhi pergerakan di Jalan Urip Sumoharjo.

Publisher


URI
http://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2108240055

Collection
Perencanaan Wilayah dan Kota