(0721) 8030188    pusat@itera.ac.id   

Optimalisasi Pengelolaan Persampahan Melalui Penerapan Teknologi dan Inovasi di Kota Bandar Lampung (Aspek Teknik Operasional dan Partisipasi Masyarakat)


Pengelolaan sampah menjadi permasalahan utama yang dihadapi oleh hampir seluruh wilayah di Indonesia, termasuk di Kota Bandar Lampung. Pada Tahun 2020, Kota Bandar Lampung memiliki penduduk yang berjumlah 1.166.066 jiwa dengan produksi sampah mencapai 946,35 ton/hari dan diprediksikan bahwa jumlah tersebut akan terus meningkat pada tahun-tahun berikutnya. Jumlah sampah yang dihasilkan terus mengalami peningkatan, tetapi pengelolaan sampah yang dilakukan masih belum optimal. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menetapkan Kota Bandar Lampung sebagai salah satu kota terkotor di Indonesia bersama dengan lima kota lainnya, yakni Medan, Manado, Sorong, Kupang, dan Palu. Pemerintah Kota Bandar Lampung sudah berusaha mengatasi permasalahan tersebut melalui peningkatan infrastruktur, penerapan bank sampah, pengomposan, sosialisasi, dan lain sebagainya. Bahkan, upaya penanganan sampah tersebut telah dilakukan juga oleh berbagai LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) dan komunitas lingkungan. Akan tetapi, solusi tersebut masih belum maksimal dan terintegrasi, serta keterlibatan masyarakat yang masih rendah. Selain itu, TPA (Tempat Pembuangan Akhir) Bakung, satu-satunya TPA di Kota Bandar Lampung, masih menerapkan metode open dumping sehingga sampah yang diangkut ke TPA langsung dibuang begitu saja tanpa adanya pengolahan. Pengolahan yang dilakukan hanya sebatas pengomposan pada beberapa sumber sampah pasar saja sehingga menyebabkan kemampuan TPA terus mengalami penurunan dan terjadi overload. Padahal, teknologi dan inovasi dalam pengelolaan sampah terus mengalami perkembangan. Misalnya, insenerator ramah lingkungan, metode sanitary landfill, konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle), hingga yang berbasis digital seperti mountrash, dan smash.id. Jika hal tersebut diterapkan secara tepat, tentu bisa membantu meningkatkan kualitas pengelolaan persampahan dan menarik minat masyarakat. Oleh karena itu, dibutuhkan strategi optimalisasi sistem pengelolaan persampahan melalui penerapan teknologi dan inovasi di Kota Bandar Lampung. Penelitian ini menggunakan pendekatan deduktif kualitatif dengan analisis deskriptif dan analisis AWOT (AHP dan SWOT). Dari penelitian ini, diperoleh kesimpulan bahwa strategi terbaik untuk mengoptimalkan pengelolaan persampahan di Kota Bandar Lampung adalah strategi defensif yang terdiri atas pemenuhan infrastruktur dan petugas sesuai standar, peningkatan upaya dan dana maintenance oleh pemerintah dan retribusi masyarakat, gerakan sosialisasi sampah dan pendampingan serempak, peningkatan teknologi dan inovasi yang sudah ada, integrasi sistem pengelolaan sampah, mengupayakan gerakan pantau sampah, serta digitalisasi sistem persampahan. Kata Kunci: Sampah, Pengelolaan Sampah, Optimalisasi, Teknologi, Inovasi

Publisher


URI
http://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2108240024

Collection
Perencanaan Wilayah dan Kota