(0721) 8030188    pusat@itera.ac.id   

OPTIMALISASI JARINGAN DISTRIBUSI SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM (SPAM) JALUR TORINO KALIANDA, LAMPUNG SELATAN


Sistem pendistribusian air minum yang kurang merata merupakan penyebab utama terjadinya gangguan pelayanan jaringan perpipaaan distribusi yang dikeluhkan oleh pelanggan PDAM Tirta Jasa Cabang Kalianda. Kondisi distribusi eksisiting dilakukan dengan tiga hari penggiliran menggunakan sistem buka-tutup. Berdasarkan permasalahan ini, identifikasi dan analisis permasalahan teknis jaringan distribusi eksisiting dilakukan sebagai hal dasar guna mengoptimalisasi jaringan distribusi Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) pada jaringan distribusi Jalur Torino, Kalianda. Simulasi jaringan distribusi eksisiting pipa induk (8 inch) dilakukan dengan program EPANET 2.0. Pengecekan terhadap “network table (node dan link)” melalui beberapa parameter utama yaitu nilai tekanan, kecepatan dan headloss yang didasarkan acuan kriteria desain sistem distribusi pada lampiran III PermenPUPR No. 27 tahun 2016 dan PermenPU No. 18 Tahun 2007. Hasil identifikasi yang didapatkan yaitu kondisi sistem distribusi eksisiting tidak dapat dilakukan satu hari pengaliran karena kecepatan aliran air dalam pipa P-11 hingga P-16 tidak memenuhi batas minimum yang diizinkan (0,3 m/s). Total kebutuhan air (Q) juga tidak terpenuhi dengan penggunaan kapasitas pompa eksisting yaitu 30 liter/detik, sedangkan kapasitas pompa yang diperlukan untuk suplai air satu hari pengaliran adalah > 87,49 liter/detik. Hal ini membuktikan bahwa adanya sistem buka-tutup tersebut disebabkan oleh kurangnya debit pengaliran. Berdasarkan hasil simulasi, beberapa rekomendasi dapat diterapkan yaitu: (1) melakukan perbaikan desain jaringan distribusi kondisi eksisiting menjadi menjadi dua hari penggiliran dimana tetap menggunakan kapasitas pompa dan head pompa eksisiting; (2) melakukan penambahan kebutuhan air tiap titik distribusi dengan asumsi pengembangan jaringan, (3) Mengganti diameter pipa pada jaringan P-16 (Ø 200 mm) menjadi 150 mm, disertai (4) pemasangan pipa baru secara paralel pada pipa P-16 sebagai solusi untuk memperkecil nilai headloss sehingga tidak menyebabkan hilangnya tekanan pada ujung pipa. Kata kunci: Jaringan Distribusi, EPANET 2.0, Jalur Torino, dan Optimalisasi.

Publisher


URI
http://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2108200003

Collection
Teknik Lingkungan