(0721) 8030188    pusat@itera.ac.id   

PENGARUH TINGKAT PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PROGRAM KAMPUNG KOPI TERHADAP KONDISI SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT PEKON RIGIS JAYA KABUPATEN LAMPUNG BARAT


Kopi adalah penghasil devisa terbesar keempat untuk Indonesia setelah minyak sawit, karet dan kakao. Di Indonesia perkebunan kopi terkonsentrasi di Pulau Sumatera, yang mana provinsi lampung merupakan penghasil kopi terbesar kedua di Pulau Sumatera. Lampung Barat adalah pengahasil kopi terbesar di Provinsi Lampung. Salah satu visi misi Kabupaten Lampung Barat adalah Meningkatkan perekonomian yang berorientasi pada agrobisnis dan agrowisata berbasis sumberdaya lokal. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Barat melalui Dinas Perkebunan dan Peternakan setempat telah mengembangkan agrowisata Kampung Kopi. Langkah ini sebagai upaya perlindungan sumber daya dan ekosistem perkebunan kopi dan mengembangkan pariwisata di kawasan perkebunan kopi. Dalam mewujudkan pariwisata yang berkembang dibutuhkan tingkat partisipasi masyarakat yang tinggi atau dapat dikatakan tanpa adanya partisipasi masyarakat maka tidak dapat dipastikan perkembangan pariwisata akan muncul, demikian pentingnya partisipasi masyarakat dalam mengembangkan pariwisata. Dengan ditetapkannya Kampung Rigis Jaya sebagai sentra kopi organik di Provinsi Lampung, keberadaan kampung kopi sebagai bentuk dari perwujudan ekowisata di Kecamatan Air Hitam diharapkan mampu berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat dan perekonomian daerah. Meskipun demikian, keberadaan sebuah objek wisata di suatu daerah tentu sama hal nya seperti dua sisi koin berbeda. Yang mana mampu mendatangkan dampak positif dan dampak negatif di saat yang bersamaan. Maka dilakukan kajian mengenai pengaruh tingkat partisipasi masyarakat dalam program terhadap kondisi sosial ekonomi masyrakat Kampung Kopi di Lampung Barat guna meminimalisir dampak negatif dan menyiapkan keberlanjutan program Kampung Kopi kedepannya. Metodologi pada penelitian ini menggunakan pendekatan deduktif dengan teknik analisis deskriptif kuantitatif dan teknik analisis asosiasi. Dari analisis yang telah dilakukan diperoleh kesimpulan bahwa tingkat pasrtisipasi masyarakat dalam program kampung kopi memiliki pengaruh terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat di Kawasan Kampung Kopi Kabupaten Lampung Barat. Akan tetapi pengaruh yang dirasakan msyarakat belum signifikan.

Publisher


URI
http://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2106020045

Collection
Perencanaan Wilayah dan Kota