(0721) 8030188    pusat@itera.ac.id   

Desain Konstruksi Underpass dengan Metode Jacked Box Tunnel


Jalan Terusan Ryacudu merupakan jalan akses utama menuju Institut Teknologi Sumatera dan gerbang tol Trans Sumatera di Kota Baru. Aktivitas kendaraan di jalan tersebut akan terus meningkat dan dapat menyebabkan kemacetan serta meningkatkan resiko kecelakaan. Untuk mengatasi hal tersebut, direncanakan sebuah Underpass Timur ITERA dengan tujuan untuk memperlancar aktivitas lalu lintas khususnya aktivitas untuk penduduk ITERA. Dalam perencanaan Underpass Timur ITERA direncanakan dengan menggunakan metode jacking system, dimana box tunnel didorong masuk tegak lurus ke dalam tanah pada jalur yang telah direncanakan. Dengan menggunakan sistem ini, aktivitas jalan di atas konstruksi underpass tetap dapat berjalan. Perencanaan konstruksi underpass dilakukan dengan pemasangan sheet pile baja, penggalian tanah pada bagian luar underpass, dan pemasangan box tunnel pada bagian dalam underpass. Panjang sheet pile yang dibutuhkan untuk menahan tanah yaitu sedalam 5,5 m sampai dengan 19,8 m dengan menggunakan sheet pile baja. Sedangkan untuk galian tanah dilakukan dengan penggalian membentuk lereng dengan kemiringan 1:1,98. Box tunnel direncanakan dengan menggunakan beton bertulang precast dengan mutu beton K-300 dan tulangan dengan mutu BJTS 280. Lebar box tunnel adalah 11,6 m yang terdiri dari 2 jalur dengan lebar bersih masingmasing jalur adalah 4,9 m serta tinggi bersih box tunnel adalah 5,4 m. Digunakan jacked box tunnel yang terdiri atas 14 segmen dengan panjang 2 m per segmen. Dibutuhkan 4 buah alat jack hydraulic untuk mampu mendorong segmen pertama box tunnel, dan penambahan 1 buah jack hydraulic untuk mendorong setiap penambahan 1 segmen box tunnel. Dari hasil analisis terhadap deformasi yang terjadi pada tanah di sekitar konstruksi jacked box tunnel dengan menggunakan Plaxis 3D diperoleh deformasi maksimum yang terjadi selama proses jacking sebesar 1,238 cm. Untuk analisis dalam kondisi jangka panjang (drained) diperoleh nilai deformasi yang terjadi adalah sebesar 1,524 cm. Dimana deformasi yang terjadi dari kedua kondisi tersebut lebih kecil dari deformasi izin yaitu sebesar 10 cm, sehingga dapat dikatakan bahwa proses Jacked Box Tunnel memenuhi syarat aman selama masa konstruksi maupun setelah masa konstruksi.

Publisher


URI
http://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2101240004

Collection
Teknik Sipil