(0721) 8030188    pusat@itera.ac.id   

Kalkulasi Numerik Respons Anomali Gayaberat Berdasarkan Konstruksi Model Kontras Densitas 3D Dari Sejumlah Lintasan 2D: Langkah Pertama Menuju Forward Modeling 3D Berbasis Python


Meskipun teknologi analisis inversi saat ini telah sangat maju, pemodelan gravitasi tidak bisa terlepas dari pentingnya tahapan forward modeling karena dua alasan; pertama, teknik inversi masih sangat bergantung pada initial model yang akurat; kedua, kompleksitas struktur geologi dapat diakomodir secara langsung melalui metode pemodelan kedepan. Sebelum dapat melakukan forward modeling, hal yang perlu dilakukan adalah parameterisasi model, pemilihan geometri model dan perhitungan respons dari model yang diberikan. Penelitian ini menggunakan model berupa prisma segi empat yang akan disusun berdampingan tanpa celah untuk membangun model struktur kontras densitas 3D yang lebih kompleks. Pada bagian awal, penulis melakukan perbandingan dan validasi berbagai pendekatan (Nagy, Plouff, Sorokin, dan Okabe) numerik respons model satu tubuh prisma melalui perbandingan dengan nilai yang diperoleh dari penyelesaian formulasi analitik untuk model yang ekivalen. Tahap kedua, model tubuh prisma tunggal disusun untuk membangun model struktur geologi yang relevan dengan pemodelan geofisika berupa variasi densitas. Selanjutnya, respons setiap model tunggal dihitung dengan formulasi yang telah tervalidasi untuk mendapatkan respons total dari seluruh tubuh massa di bawah permukaan. Penulis juga telah menambahkan topografi untuk semakin mendekati aplikasi nyata di lapangan. Uji coba dilakukan mulai dari struktur sederhana kemudian semakin kompleks. Struktur kontras densitas yang diuji adalah lapisan datar, lapisan miring, lapisan tersesarkan naik dan turun, lapisan terlipat membentuk antiklin dan sinklin serta representasi geometri subduksi. Seluruh uji coba itu memberikan nilai anomali yang realistis dan bisa diterima meskipun di keempat sisinya masih terdapat efek tepi. Selanjutnya, perhitungan model diujikan dengan skema 4D yakni dengan memodelkan perubahan massa bawah permukaan. Kasus yang diuji adalah analog pengurangan massa pada kasus ekstraksi minyak dari reservoir dan pengangkatan air tanah dari akuifer. Seluruh uji coba menunjukkan nilai respons yang baik dan konsisten. Keberhasilan dalam memodelkan respons yang realistis dan konsisten terhadap geologi ini merupakan jalan pembuka untuk pemodelan kedepan struktur geologi 3D melalui penampang struktur 2D yang sederhana. Penulis meyakini perangkat yang dikembangkan ini sudah cukup layak ditingkatkan pada tahap diuji coba pada kasus data real forward modeling 3D.

Publisher


URI
http://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2009150007

Collection
Teknik Geofisika