(0721) 8030188    pusat@itera.ac.id   

Peluang Pemilihan Rute Perjalanan Kota Bandar Lampung - Pelabuhan Bakauheni


Pertumbuhan lalu lintas di Pulau Sumatera sebelum adanya jalan tol telah mencapai besaran nilai Lintas Harian Rata-rata (LHR) sebesar 20.000 unit. Untuk itu, agar dapat memenuhi kebutuhan transportasi pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat membangun infrastruktur jalan berbayar di Pulau Sumatera yaitu Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) dengan salah satu ruas jalan tol terpanjang adalah ruas Bakauheni - Terbanggi Besar yang berada di Provinsi Lampung. Provinsi Lampung merupakan provinsi yang sangat dekat dengan pusat-pusat ekonomi dan kota-kota besar seperti Jakarta dan wilayah pertumbuhan ekonomi Jabodetabek. Pendistribusian barang dan jasa dari Kota Bandar Lampung sebagai Ibukota Provinsi Lampung dan merupakan salah satu PKN di Indonesia serta kawasan andalan di Pulau Sumatera dilakukan melalui Pelabuhan Bakauheni untuk menuju pusat-pusat ekonomi di Pulau Jawa. Saat ini, untuk menuju Pelabuhan Bakauheni terdapat dua pilihan rute yaitu melalui Jalan Tol Trans Sumatera dan Jalan Nasional yang telah ada sebelumnya. Akan tetapi, kedua rute memiliki kondisi yang berbeda sehingga masyarakat memiliki beberapa faktor yang dapat dijadikan pertimbangan dalam memilih rute yang akan mereka gunakan untuk menuju Pelabuhan Bakauheni. Dengan adanya pertimbangan-pertimbangan tersebut akan menyebabkan timbulnya perbedaan peluang pemilihan pada masing-masing rute yang akan mempengaruhi jumlah penggunaan pada setiap rute sehingga akan berdampak pada kelancaran mobilitas barang dan jasa dalam mendukung perkembangan wilayah. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peluang pemilihan rute perjalanan Kota Bandar Lampung – Pelabuhan Bakauheni dengan sasaran sebagai berikut: 1. Mengidentifikasi karakteristik pengguna rute perjalanan Kota Bandar Lampung – Pelabuhan Bakauheni; 2. Mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan rute perjalanan Kota Bandar Lampung – Pelabuhan Bakauheni; 3. Mengetahui peluang pemilihan Jalan Tol Trans Sumatera dan Jalan Nasional yang dilewati dalam rute perjalanan Kota Bandar Lampung – Pelabuhan Bakauheni. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif untuk sasaran pertama dan analisis logit binomial untuk sasaran kedua dan ketiga. Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa faktor yang paling berpengaruh terhadap pemilihan rute adalah jarak tempuh, kemacetan dan ketepatan waktu sehinga peningkatan peluang pemilihan pada jalan tol dapat dilakukan dengan cara memperpanjang jarak tempuh, meningkatkan selisih nilai kemacetan dan meningkatkan selisih nilai ketepatan waktu. Sedangkan, peningkatan peluang pada jalan nasional dapat dilakukan dengan cara memperpendek jarak tempuh, menurunkan selisih nilai kemacetan dan menurunkan selisih nilai ketepatan waktu. Penurunan selisih nilai pada jalan nasional tersebut berarti bahwa nilai jalan nasional lebih baik dibandingkan dengan jalan tol. Kata Kunci: Peluang, Jalan Tol, Jalan Nasional.

Publisher


URI
http://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2009100026

Collection
Perencanaan Wilayah dan Kota