(0721) 8030188    pusat@itera.ac.id   

STUDI PERFORMA KETELITIAN PENGUKURAN GNSS METODE RTK NTRIP PADA STASIUN InaCORS BIG TERHADAP FUNGSI PANJANG BASELINE (STUDI KASUS : STASIUN CBJY, LAMPUNG TENGAH)


GNSS merupakan suatu sistem satelit yang terdiri dari keadaan satelit yang menyediakan informasi waktu dan lokasi, memancarkan macam-macam sinyal dalam berbagai frekuensi secara terus menerus, yang tersedia di semua lokasi di atas permukaan bumi, GNSS memiliki peran penting dalam penentuan posisi. Menurut Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2011 pasal 3 tentang Informasi Geospasial (IG), menyebutkan bahwa Badan Informasi Geospasial (BIG) bertanggung jawab dalam tiga hal yaitu: menjamin ketersedian dan akses IG, mewujudkan penyelengaraan IG yang berdaya guna, dan mendorong penggunaan IG dalam penyelengaraan pemerintah dan dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat. Hal ini membuat BIG memiliki peranan penting dalam percepatan pemetaan. Salah satu layanan andalan BIG dalam mempercepat proses pemetaan INA-CORS BIG (Indonesian Continuously Operating Reference Station). Layanan ini memberikan RTK-NTRIP (Real Time Kinematic Networked Transport of RTCM via Intenet Protocol) yang bisa digunakan oleh siapa saja dan gratis. Penelitian ini akan menguji performa ketelitian hasil pengukuran metode RTK NTRIP dengan acuan terhadap nilai koordinat hasil pengukuran metode statik sebagai koordinat definitif. Hasil analisis performa ketelitian pengukuran metode RTK NTRIP akan mendapatkan RMSE akurasi horizontal dan vertikal serta RMSE presisi horizontal dan vertikal secara umumnya yaitu: RTK NTRIP pada baseline 0,5 km mempunyai ketelitian horizontal sebesar 0,080 m dan ketelitian vertikal sebesar 0,213 m. Baseline 1 km mempunyai ketelitian horizontal sebesar 0,084 m dan ketelitian vertikal sebesar 0,143 m. Baseline 2 km mempunyai ketelitian horizontal sebesar 0,073 m dan ketelitian vertikal sebesar 0,012 m. Baseline 5 km mempunyai ketelitian horizontal sebesar 0,104 m dan ketelitian vertikal sebesar 0,064 m. Baseline 10 km mempunyai ketelitian horizontal sebesar 0,109 m dan ketelitian vertikal sebesar 0,263 m. Baseline 20 km mempunyai ketelitian horizontal sebesar 0,097 m dan ketelitian vertikal sebesar 0,142 m. Baseline 25 km mempunyai ketelitian horizontal sebesar 0,110 m dan ketelitian vertikal sebesar 0,035 m. Baseline 30 km mempunyai ketelitian horizontal sebesar 0,113 m dan ketelitian vertikal sebesar 0,059 m. Hasil ketelitian pengukuran RTK NTRIP pada penelitian ini maka dapat disimpulkan bahwa semakin panjang baseline pengukurannya maka ketelitian pengukuran semakin berkurang. Secara keseluruhan dari penelitian mendapatkan solusi pengukuran yang fixed dapat dikatakan bahwa pengukuran RTK NTRIP dengan menggunakan base station CORS BIG (CBJY) bagus dan memenuhi standar karena selisih koordinat sudah melingkupi fraksi sentimeter. Kata kunci: GNSS, RTK-NTRIP, CORS BIG, Akurasi, Presisi

Publisher


URI
http://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2009090062

Collection
Teknik Geomatika