(0721) 8030188    pusat@itera.ac.id   

Partisipasi Masyarakat dalam Pengembangan Kawasan Agropolitan (Studi Kasus : Desa Sungai Langka, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran)


Dalam meningkatkan hasil produksi pertanian, terdapat beberapa konsep pengembangan wilayah, salah satunya adalah development from below atau pembangunan dari bawah. Dalam konsep ini, memiliki beberapa pendekatan salah satunya adalah pendekatan agropolitan. Agropolitan merupakan konsep pendekatan pengembangan kawasan yang terdiri dari satu atau lebih pusat kegiatan pada wilayah perdesaan sebagai sistem produksi pertanian dan pengelolaan sumber daya alam tertentu yang ditunjukkan oleh adanya keterkaitan fungsional dan hirarki keruangan satuan sistem permukiman dan sistem agribisnis (UU No.26 Tahun 2007 Pasal 1 Ayat 24). Dalam mencapai tujuan Pengembangan Kawasan Agropolitan di Desa Sungai Langka, Kecamatan Gedong Tataan perlu adanya partisipasi masyarakat yang efektif dan efesien, sehingga berhasil atau tidaknya Pengembangan Kawasan Agropolitan di Kecamatan Gedong Tataan tergantung pada partisipasi masyarakat. Permasalahan dalam Pengembangan Kawasan Agropolitan di Desa Sungai Langka, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran adalah belum optimalnya produksi dan produktivitas serta pemasaran hasil pertanian, belum optimalnya penerapan teknologi pertanian, laju pertumbuhan PDRB kategori pertanian, kehutanan, dan perikanan di Kecamatan Gedong Tataan setiap tahunnya mengalami penurunan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) yang belum mendukung daya saing pemasaran atau promosi produk lokal dan kurangnya kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Sehingga tujuan penelitian ini adalah mengetahui Partisipasi Masyarakat Dalam Pengembangan Kawasan Agropolitan di Desa Sungai Langka, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran. Pada penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Berdasarkan analisis, hasil dari penelitian ini adalah Tingkat partisipasi masyarakat Desa Sungai Langka berada pada tangga partisipasi konsultasi dan berada pada derajat tokenism yaitu sudah adanya partisipasi masyarakat Desa Sungai Langka dalam Pengembangan Kawasan Agropolitan, namun partisipasi tersebut masih bersifat semu. Selanjutnya, secara keseluruhan masyarakat Desa Sungai Langka berpartisipasi aktif pada tahap perencanaan dan evaluasi. Bentuk partisipasi masyarakat Desa Sungai Langka dalam kedua tahap tersebut berupa partisipasi dalam bentuk buah pikiran (berpendapat) dan kehadiran dalam suatu pertemuan dengan pemerintah. Pengembangan Kawasan Agropolitan di Desa Sungai Langka masih bersifat Development From Above (Top Down) atau dengan kata lain, pemerintah masih mendominasi dalam Pengembangan Kawasan Agropolitan Desa Sungai Langka. Jika mengacu pada konsep pengembangan wilayah, Pengembangan Kawasan Agropolitan bersifat Development From Below (Bottom Up) atau pembangunan dari bawah, dimana pada konsep ini masyarakat yang mendominasi dalam melakukan kegiatan. Dalam komponen agropolitan diperlukannya partisipasi masyarakat dalam pelaksanaannya, namun dalam Pengembangan Kawasan Agropolitan di Desa Sungai Langka belum berjalan maksimal karena partisipasi masyarakat di Desa Sungai Langka tergolong rendah.

Publisher


URI
http://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2009090033

Collection
Perencanaan Wilayah dan Kota