(0721) 8030188    pusat@itera.ac.id   

PENGARUH PARAMETER PROSES ELEKTROSPINNING TERHADAP DIAMETER DAN SIFAT FISIS SERAT STYROFOAM


Ditemukan masalah sampah plastik berupa styrofoam yang penggunaannya banyak namun hanya dapat terpakai satu kali lalu sampahnya dibuang dan tidak dapat terurai oleh alam sehingga dapat merusak lingkugan. Pada penelitian tugas akhir ini digunakan cara mendaur ulang sampah styrofoam menjadi serat berukuran nano dengan menggunakan metode elektrospinning. Elektrospinning atau pemintalan elektrik merupakan salah satu metode pembuatan serat berukuran nano dengan memberikan tegangan tinggi pada larutan polimer. Hasil dari elektrospinning ini dapat dipengaruhi oleh beberapa parameter seperti: larutan, proses, dan lingkungan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui morfologi dan diameter serat dari pengaruh parameter proses. Pada proses elektrospinning styrofoam di larutkan dengan d-limonen dan N, N-Dimethylformamide dengan konsentrasi larutan 20%. Variasi parameter proses yang dikarakterisasi menggunakan SEM (Scanning Electron Miscroscope) dan mikroskop optik menghasilkan diameter yang seragam dengan ukuran berkisar antara 0,82 – 2,27 µm pada variasi tegangan 7 – 15 kV, laju alir 15 – 30 µL/menit menghasilkan morfologi serat berbentuk garis-garis halus yang seragam dengan diameter berkisar antara 0,74 – 1,49 µm, dan jarak ujung jarum dan kolektor 5 – 20 cm menghasilkan morfologi serat berbentuk garis-garis halus yang seragam dengan diameter berkisar antara 0,97 – 1,45 µm. Kata kunci : Styrofoam, nanoserat, elektrospinning, parameter proses, SEM

Publisher


URI
http://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2009090030

Collection
Fisika