(0721) 8030188    pusat@itera.ac.id   

KAJIAN PERAN MASYARAKAT SEKITAR DALAM MENDUKUNG PARIWISATA TAMAN NASIONAL WAY KAMBAS YANG BERKELANJUTAN


Berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Lampung o. 6 Tahun 2012 Tentang Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Daerah (RIPPDA) Provinsi Lampung kawasan TNWK ditetapkan sebagai kawasan wisata unggulan Provinsi Lampung. Dimana TNWK masuk ke dalam Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN). Kawasan TNWK merupakan kawasan cagar alam tertua di Indonesia. Namun, dalam pengelolannya mengalami berbagai tantangan seperti hilangnya 75% hutan primer di TNWK. Selain itu, dalam pengelolaan TNWK mengalami berbagai tantangan seperti kebakaran hutan, beberapa fasilitas pariwisata di TNWK berada pada kondisi kurang memadai, seperti arena atraksi, area parkir. Guna menuju pariwisata berkelanjutan, pembangunan TNWK perlu didukung oleh peran serta masyarakat meskipun TNWK merupakan Kawasan konservasi dengan berbagai Batasan pengelolaan. Oleh karenanya, perlu sebuah studi yang mengkaji peran masyarakat sekitar dalam mendukung pariwisata berkelanjutan di Taman Nasional Way Kambas. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji seberapa jauh peran masyarakat desa penyangga dalam mendukung TNWK menuju pariwisata berkelanjutan. Studi ini dilaksanakan di 4 (empat) desa penyangga TNWK ( Desa Labuhan Ratu IX, Labuhan Ratu VII, Braja Yekti dan Desa Braja Yekti). Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dengan teknik skoring dan juga deskriptif kualitatif yang digunakan untuk menganalisis hasil wawancara dengan narasumber. Studi ini menunjukkan bahwa hanya ada 1 (satu) desa yang berperan lebih aktif dibandingkan desa lainnya. Desa tersebut adalah Desa Labuhan Ratu IX. Desa Labuhan Ratu IX berperan dalam tahap pengambilan keputusan seperti merencanakan pengembangan nilai tambah, pembuatan souvenir, serta menyusun rencana penghijauan di TNWK. Selain itu, Desa Labuhan Ratu IX juga berperan dalam tahap implementasi seperti menyediakan homestay, dan menjadi pemandu wisata. Studi ini juga menemukan bahwa jarak lokasi desa penyangga cenderung mempengaruhi partisipasi masyarakat desa penyangga. Selain itu, masyarakat dengan posisi strategis seperti Kepala Desa lebih berperan dalam mendukung pariwisata di TNWK.

Publisher


URI
http://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2009080007

Collection
Perencanaan Wilayah dan Kota