(0721) 8030188    pusat@itera.ac.id   

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN MASYARAKAT TETAP BERMUKIM DI KAWASAN RAWAN BENCANA BANJIR (Studi Kasus: Kelurahan Kalibalau Kencana, Kecamatan Kedamaian, Kota Bandar Lampung)


Banjir yang terjadi di Kota Bandar Lampung akibat dari sistem drainase yang buruk, tersumbatnya gorong-gorong akibat banyaknya sampah, penyempitan daerah aliran sungai akibat permukiman warga, dan adanya warga yang masih membuang sampah tidak pada tempatnya. Pada kurun waktu 5 tahun terakhir Kelurahan Kalibalau Kencana menjadi salah satu lokasi yang sering terkena bencana banjir dengan 139 KK terkena dampaknya. Namun demikian masyarakat tetap memilih untuk tidak meninggalkan tempat tinggalnya, dengan alasan banjir tidak terjadi dalam waktu yang lama. Fenomena tetap bermukimnya masyarakat membuat peneliti ingin mengetahui faktor-faktor apasaja yang menjadi dasar pertimbangan seseorang untuk tetap bermukim di kawasan rawan bencana banjir. Tiga sasaran utuk menjawab tujuan ini adalah 1) mengetahui karakteristik bencana banjir di Kelurahan Kalibalau Kencana; 2) menentukan faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan masyarakat tetap bermukim; 3) mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan masyarakat tetap bermukim di kawasan rawan bencana banjir. Metode analisis yang digunakan dalam ialah analisis statistik deskriptif dan analisis regresi logistik biner. Hasil analisis yang didapat menunjukkan bahwa banjir yang terjadi di Kelurahan Kalibalau Kencana merupakan banjir yang terjadi disebabkan oleh hujan yang lama dengan intensitas rendah, frekurensi banjir terjadi 1-3 kali dalam setahun dengan kedalaman 50- 100cm; faktor yang terpilih menjadi faktor tetap bermukim ialah lama tinggal, kepemilikan lahan, status hunian, ikatan sosial, interaksi sosial, tingkat pendidikan, mata pencaharian, tingkat pendapatan, lokasi pekerjaan, jenis rumah, bentuk rumah, jarak rumah dengan sungai dan ada tidaknya program pemerintah dalam menangani banjr; faktor yang mempengaruhi keputusan masyarakat dalam bermukim adalah faktor kepemilikan lahan. Faktor tersebut dapat diinterpretasikan sebagai berikut kepemilikan lahan berpengaruh pada keleluasaan membangun rumah karena tanah tersebut merupakan miliknya pribadi, dibandingkan seseorang mendiami rumah namun tanah yang ditempati bukanlah miliknya. Lahan dan rumah bisa dijadikan sebagai aset yang nantinya bisa dijual dengan harga yang lebih tinggi karena lokasinya yang berada di dekat pusat kota dan mudah diakses dengan kendaraan transportasi. Kata Kunci : Banjir, Kelurahan Kalibalau Kencana, faktor tetap bermukim

Publisher


URI
http://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2007100008

Collection
Perencanaan Wilayah dan Kota