(0721) 8030188    pusat@itera.ac.id   

PEMODELAN STRUKTUR KECEPATAN SEISMIK GELOMBANG P (VP), KECEPATAN SEISMIK GELOMBANG S (VS) DAN VP/VS PADA DAERAH VULKANIK KABUPATEN TANGGAMUS BERDASARKAN TOMOGRAFI SEISMIK MENGGUNAKAN DATA MICROEARTHQUAKE (MEQ) DESEMBER 1992 – FEBRUARI 1993


Struktur geologi berupa rekahan merupakan salah satu parameter yang mengontrol sistem panas bumi. Ketika rekahan terbentuk yang umumnya diakibatkan oleh proses produksi dan atau proses reinjeksi fluida akan menghasilkan gempa kecil atau biasa yang dikenal sebagai gempa mikro. Gempa mikro umumnya memiliki magnitudo kurang dari atau sama dengan 3. Namun selain itu gempa mikro dapat dihasilkan oleh proses alami akibat aktivitas manusia, pada penelitian ini data gempa mikro yang digunakan merupakan hasil dari perakaman yang berlangsung selama kurang lebih 2 bulan pada tahap eksplorasi awal pada daerah vulkanik Kabupaten Tanggamus. Selanjutnya data gempa mikro tersebut diolah untuk menentukan posisi hiposenter dengan memanfaatkan katalog data waktu tiba gelombang P dan gelombang S, koordinat stasiun serta model kecepatan 1-D. Dalam penentuan parameter hiposenter digunakan metode Geiger yang cocok untuk skala lokal. Selanjutnya data gempa tersebut akan ditentukan model struktur kecepatan seismik 3-D yang terdiri dari kecepatan gelombang P (Vp), kecepatan gelombang S (Vs) dan rasio Vp/Vs berdasarkan inversi tomografi. Akan tetapi sebelum itu model kecepatan 1-D yang digunakan harus bersifat lokal sehingga model kecepatan 1-D global (ak135) perlu diperbaharui dengan menggunakan Velest. Tomografi seismik dimulai dengan pemodelan kedepan berupa penjejakan sinar menggunakan metode pseudo bending untuk menghitung waktu tempuh kalkulasi yang selanjutnya menjadi input dalam proses pemodelan kebelakang menggunakan metode iterative damped least square (DLSQ). Hasil dari pemodelan tomografi seismik pada daerah vulkanik Kabupaten Tanggamus menunjukkan adanya anomali kecepatan gelombang P dan kecepatan gelombang S yang relatif lebih rendah dari sekitarnya pada kedalaman 1,25 km hingga 2,5 km, UTM-X 450 km hingga UTM-X 455 km arah Barat-Timur dan UTM-Y 9410 km hingga UTM-Y 9415 km arah Utara-Selatan yang diindikasikan sebagai zona reservoir. Dari data nilai rasio Vp/Vs memberikan nilai yang relatif lebih tinggi sekitar 1,7 hingga 1,9 yang memberikan informasi bahwa reservoir pada daerah vulkanik Kabupaten Tanggamus bersifat water saturated. Kata Kunci: panas bumi, gempa mikro, pemodelan kebelakang, tomografi seismik.

Publisher


URI
http://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2007080004

Collection
Teknik Geofisika