(0721) 8030188    pusat@itera.ac.id   

ANALISIS KONTRIBUSI AKTIVITAS SEISMIK TERHADAP KEJADIAN TANAH LONGSOR (STUDI KASUS: KABUPATEN LAMPUNG BARAT, PROVINSI LAMPUNG)


View/Open
BAB 2 Tinjauan Pustaka

Date
2020-06-05

Author


Keyword
Analisis Kontribusi Aktivitas Seismik Terhadap Kejadian Tanah Longsor (Studi Kasus: Kabupaten Lampung Barat, Provinsi Lampung) Annisa Nurul Hidayah¹ Dr. Irwan Meilano, S.T., M.Sc.², Satrio Muhammad Alif, S.T., M.T.¹ ¹Institut Teknologi Sumatera, Teknik Geomatika ²Institut Teknologi Bandung, Teknik Geodesi dan Geomatika ABSTRAK Interaksi antara lempeng menyebabkan intensitas gempa bumi di Indonesia menjadi tinggi. Kuatnya getaran gempa bumi mampu menimbulkan bencana alam tanah longsor. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persentase kontribusi aktivitas seismik pada lokasi kejadian tanah longsor Kabupaten Lampung Barat tahun 2015 hingga tahun 2019 dengan kelas potensi longsor rendah dan sedang. Penilaian kelas potensi tanah longsor diidentifikasi berdasarkan parameter dominan penyebab tanah longsor: curah hujan, jenis batuan, kemiringan lereng, dan penggunaan lahan. Parameter diintegrasikan dengan metode skoring dan pembobotan untuk penentuan kelas potensi tanah longsor. Kelas potensi tanah longsor terdiri dari tiga kelas: rendah, sedang, dan tinggi. Terdapat tiga belas lokasi kejadian tanah pada kelas potensi rendah, dua belas lokasi kejadian tanah longsor pada kelas potensi sedang, dan empat lokasi kejadian tanah longsor pada kelas potensi tinggi. Faktor yang sangat berpengaruh pada peristiwa tanah longsor yaitu intensitas curah hujan yang tinggi pada lokasi dengan jenis batuan vulkanik. Persentase kontribusi aktivitas seismik dan parameter lain penyebab tanah longsor yang tidak digunakan dalam penentuan kelas potensi tanah longsor pada penelitian ini sebesar 31%: 53.8 pada kelas potensi rendah dan 25% pada kelas potensi sedang. Kata kunci: Gempa Bumi, Longsor, Aktivitas Seismik  

Publisher


URI
http://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2006230099

Collection
Teknik Geomatika