(0721) 8030188    pusat@itera.ac.id   

[PWK - 2019] Keterkaitan Karakteristik Permukiman Kumuh Dengan Penyediaan Infrastruktur Lingkungan di Kelurahan Kangkung Kota Bandar Lampung


Adanya peningkatan jumlah penduduk yang pesat menyebabkan permasalahan perkotaan semakin kompleks salah satunya adalah munculnya permukiman kumuh. Menurut Surat Keputusan (SK) Walikota Bandarlampung Nomor: 974/IV.32/2014 tentang Penetapan Lokasi Perumahan dan Permukiman Kumuh di Kota Bandarlampung bahwa ada 26 kelurahan di Kota Bandarlampung yang ditetapkan menjadi daerah kumuh. Kelurahan Kangkung ditetapkan sebagai kelurahan terkumuh dan merupakan salah satu kelurahan terpadat di Bandarlampung mencapai 47,238 jiwa/kmĀ². Rendahnya penyediaan infrastruktur lingkungan menjadi salah satu permasalahan munculnya permukiman kumuh yang dipengaruhi oleh karakteristik permukiman kumuh seperti kondisi bangunan rumah dan penghasilan. Penelitian ini bertujuan mengetahui keterkaitan karakteristik permukiman kumuh dengan penyediaan infrastruktur lingkungan di Kelurahan Kangkung. Adapun untuk menjawab tujuan tersebut maka dilakukan 1) identifikasi karakteristik permukiman kumuh di Kelurahan Kangkung; 2) identifikasi ketersediaan infrastruktur lingkungan di Permukiman Kumuh Kelurahan Kangkung; 3) identifikasi keterkaitan karakteristik permukiman kumuh dengan penyediaan infrastruktur lingkungan di Kelurahan Kangkung. Data yang dibutuhkan untuk mengetahui keterkaitan tersebut bersumber dari data primer (kuesioner dan observasi) dan data sekunder mengenai dokumen terkait studi. Dalam hal ini digunakan analisis statistik deskriptif yang kemudian akan dijabarkan pada sasaran kedua analisis deskriptif yang kemudian akan dilakukan pemetaan persebaran permasalahan ketersediaan infrastruktur lingkungan setiap Rumah Tangga (RT). Selanjutnya akan diketahui keterkaitan permasalahan ketersediaan infrastruktur lingkungan dengan karakteristik permukiman kumuh di Kelurahan Kangkung. Hubungan yang saling mempengaruhi yaitu penghasilan dan kondisi bangunan rumah masyarakat sehingga menimbulkan permasalahan dalam penyediaan infrastruktur lingkungan yang menyebabkan permukiman menjadi kumuh. Selain itu infrastruktur yang paling mengalami permasalahannya dalam penyediaan yaitu air limbah dan persampahan. Kedua infrastruktur lingkungan tersebut menjadi fokus utama dalam penanganan permukiman kumuh di Kelurahan Kangkung dalam penyediaannya.

Publisher
Institut Teknologi Sumatera

URI
http://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB1911180009

Collection
Perencanaan Wilayah dan Kota