(0721) 8030188    pusat@itera.ac.id   

[PWK - 2019] Potensi Pajak Bumi dan Bangunan Sektor Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) Sebagai Instrumen Insentif dan Disinsentif dalam Pengendalian Pemanfaatan Ruang : (Studi Kasus: Kelurahan Kemiling Raya dan Kelurahan Sumber Rejo Kecamatan Kemiling Kota Bandar Lampung)


Fungsi pajak yang bersifat mengatur (regulerend) dan instrument pengendalian hendaknya dapat diterapkan melalui Pajak Bumi dan Bangunan sektor Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2). PBB-P2 selain sebagai insentif dan disinsentif dalam pengendalian pemanfaatan ruang juga mampu menambah pemasukan pendapatan daerah. Penelitian ini bertujuan untuk melihat sejauh mana potensi PBB-P2 dapat diimplementasikan sebagai instrument insentif dan disinsentif dalam pengendalian pemanfaatan ruang. Tarif pajak yang progresif berdasarkan dampak guna lahan terhadap lingkungan sekitar sebagai dasar penentuan nilai insentif dan disinsentif yang akan diberikan. Faktor yang digunakan dalam penelitian ini yaitu faktor ekonomi, faktor sosial, faktor aksesbilitas, dan faktor fisik/lingkungan. Penentuan nilai insentif dan disinsentif pajak menggunaka analisis hubungan dan analisis pembobotan secara langsung. Penentuan insentif dan disinsentif berdasarkan tarif pajak yang progresif. Hasil penelitian menunjukkan tarif pajak progresif di Kelurahan Kemiling Raya dan Kelurahan Sumber Rejo dikategorikan ke dalam tiga tipologi lahan. Tipologi I adalah guna lahan yang memiliki dampka terhadap lingkungan yang paling buruk dan tingkat produktivitas yang tinggi yaitu guna lahan Perdagangan dan Jasa; Tipologi II adalah guna lahan yang memili dampak guna lahan terhadap lingkungan sekitar yang sedang dan tingkat produktivitas yang sedang yaitu guna lahan permukiman dan Sarana Pelayanan Umum(SPU); Tipologi III adalah guna lahan yang memiliki dampak terhadap lingkungan sekitar yang baik serta tingkat produktivitas yang rendah yaitu guna lahan Ruang Terbuka Hijau (RTH). Tipologi I dan lahan kosong akan diberikan disinsentif yaitu pengenaan tarif pajak yang tinggi, dan tipologi III akan diberikan insentif yaitu pengenaan tarif pajak yang rendah.

Publisher
Institut Teknologi Sumatera

URI
http://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB1910020003

Collection
Perencanaan Wilayah dan Kota