(0721) 8030188    pusat@itera.ac.id   

[PWK - 2019] Kajian Aksesibilitas Kawasan Permukiman Kota Bandar Lampung Menuju Stasiun Tanjung Karang


Salah satu stasiun yang ada di Provinsi Lampung yaitu Stasiun Tanjung Karang yang merupakan stasiun penumpang terbesar di Provinsi Lampung. Adanya stasiun sebagai simpul transit, salah satunya menimbulkan pergerakan yang berasal dari kawasan permukiman menuju stasiun. Didukung pula dengan adanya beragam aktivitas lainnya yang ditimbulkan oleh guna lahan sekitar stasiun, terutama oleh kawasan permukiman. Aksesibilitas yang baik dibutuhkan untuk mengakomodasi pergerakan yang ditimbulkan oleh kawasan permukiman terhadap aktivitas stasiun. Namun pertumbuhan aktivitas stasiun yang diiringi dengan pertumbuhan kawasan permukiman tidak disertasi dengan penyediaan sarana dan prasarana penunjang yang baik. Oleh karena itu, penelitian bertujuan untuk mengetahui aksesibilitas kawasan permukiman Kota Bandar Lampung menuju Stasiun Tanjung Karang sebagai salah satu simpul transportasi di Kota Bandar Lampung. Terdapat tiga sasaran untuk mencapai tujuan penelitian, yaitu: 1. Diketahuinya tingkat aksesibilitas kawasan permukiman menuju Stasiun Tanjung Karang; 2. Diketahuinya tipologi permasalahan aksesibilitas pada wilayah penelitian; 3. Diketahuinya penanganan dalam peningkatan aksesibilitas kawasan permukiman dalam mencapai stasiun. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah skoring dan deskriptif kuantitatif. Berdasarkan hasil analisis dari lima variabel yang telah disintesa (jarak, waktu, biaya perjalanan, kondisi jaringan jalan, dan ketersediaan srana dan prasarana transportasi umum), didapatkan hasil akhir bahwa aksesibilitas pada kawasan penelitian adalah tergolong dalam aksesibilitas cukup. Berdasarkan identifikasi permasalahan, pada kondisi jaringan jalan menunjukkan bahwa kurang maksimalnya fungsi ruang jalan sehingga menimbulkan kendala dan permasalahan yang menghambat mobilitas masyarakat. Sedangkan pada ketersediaan transportasi umum menunjukkan bahwa terjadinya intervensi ruang jalan oleh parkir on street dan pedagang kaki lima serta ketersediaan sarana dan prasarana transportasi umum yang kurang memadai. Oleh karena itu, diperlukan penanganan-penanganan dalam mengatasi permasalahan aksesibilitas yang ditemukan guna memperbaiki dan meningkatkan aksesibilitas kawasan terutama menuju simpul-simpul transportasi.

Publisher
Institut Teknologi Sumatera

URI
http://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB1910020001

Collection
Perencanaan Wilayah dan Kota