(0721) 8030188    pusat@itera.ac.id   

[PWK - 2019] Kajian Pengembangan Infrastruktur Hijau dengan Metode Sistem Dinamik untuk Kota Bandar Lampung yang Berkelanjutan


Penduduk di kota yang semakin meningkat setiap tahunnya sejalan dengan meningkatnya kebutuhan ruang di kota. Ruang terbuka hijau (RTH) yang pada dasarnya merupakan kebutuhan dasar sering dikesampingkan oleh berbagai daerah perkotaan. Pengalihfungsian lahan alami dan RTH publik di Kota Bandar Lampung dari tahun 2009 sampai tahun 2015 sebesar + 368,58 ha atau sebesar 1,87%. Salah satu dampak dari berkurangnya RTH dan lahan alami di perkotaan adalah terganggunya fungsi ekologis. Penerapan konsep pembangunan berkelanjutan atau sustainable development adalah salah satu cara untuk menyelesaikan permasalahan lingkungan di perkotaan. Namun, banyak kota yang masih belum mampu memenuhi standar dasar untuk penataan ruang terbuka hijau, termasuk Kota Bandar Lampung. Keberlanjutan tidak akan tercapai, jika standar dasar tersebut belum terpenuhi. Konsep infrastruktur hijau dapat menjadi jawaban untuk penataan ruang terbuka hijau di perkotaan. Penerapan konsep infrastruktur hijau di Kota Bandar Lampung dapat dilakukan melalui pendekatan sistem dinamik. Hal ini diharapkan mampu merumuskan skenario yang optimal dalam penerapan konsep infrastruktur hijau di Kota Bandar Lampung. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengembangan infrastruktur hijau dengan pendekatan sistem dinamik untuk mewujudkan Kota Bandar Lampung yang berkelanjutan. Untuk dapat menjawab tujuan tersebut maka dilakukan: (1) mengidentifikasi kondisi eksisting dalam pengembangan infrastruktur hijau di Kota Bandar Lampung, (2) merumuskan skenario pengembangan infrastruktur hijau yang sesuai untuk Kota Bandar Lampung yang berkelanjutan. Kondisi eksisting dalam pengembangan infrastruktur hijau dianalisis menggunakan analisis spasial untuk mengetahui kondisi fisik dan lingkungan Kota Bandar Lampung dan analisis statistik deskriptif digunakan untuk mengetahui kondisi sosial kependudukan di Kota Bandar Lampung. Hasil analisis kemudian dijadikan dasar untuk merumuskan skenario pengembangan infrastruktur hijau dengan menggunakan analisis sistem dinamik dengan bantuan aplikasi Powersim. Model yang dihasilkan dari analisis sistem dinamik dibagi menjadi dua sub-model yaitu fisik lingkungan dan sosial kependudukan. Model ini kemudian digunakan untuk menyimulasikan tiga skenario yang telah dirumuskan yaitu skenario bebas (eksisting), dan skenario semi konservatif, serta skenario konservatif. Secara keseluruhan, skenario pengembangan infrastruktur hijau yang sesuai untuk Kota Bandar Lampung yang berkelanjutan adalah skenario konservatif. Skenario ini skenario yang disusun berdasarkan atas kondisi ideal pengembangan infrastruktur hijau di Kota Bandar Lampung yaitu sebesar 8943.1788 ha. Dengan skenario konservatif ini hasil yang diharapkan adalah kondisi infrastruktur yang terintegrasi dengan tetap mengakomodasi pertumbuhan Kota Bandar Lampung.

Publisher
Institut Teknologi Sumatera

URI
http://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB1910010012

Collection
Perencanaan Wilayah dan Kota