(0721) 8030188    pusat@itera.ac.id   

[PWK - 2019] Identifikasi Kesiapan Kawasan Stasiun Kereta Api Tanjung Karang Sebagai Kawasan Transit Orinted Development (TOD)


Kota Bandar Lampung merupakan jenis kota metropolitan berdasarkan jumlah penduduknya dan saat ini kota ini terus membangun infrastruktur untuk kendaraan bermotor. Jumlah penduduk Kota Bandar Lampung setiap tahun terus meningkat, dan masih ketergantungannya masyarakat terhadap kendaraan pribadi, sehingga kurang diminatinya transportasi umum oleh masyarakat. Pengembangan Transit Oriented Development (TOD) di kawasan Stasiun Kereta Api Tanjung Karang telah disebutkan dalam RTRW Kota Bandar Lampung tahun 2010-2030, namun hingga saat ini belum terlihat kesiapan kawasan Stasiun Kereta Api Tanjung Karang untuk menjadi kawasan TOD. Untuk mengidentifikasi kesiapan kawasan Stasiun Kereta Api Tanjung Karang sebagai kawasan TOD, maka dilakukan 1) mengidentifikasi variabel dan indikator untuk melihat kesiapan kawasan TOD; 2) mengidentifikasi potensi dan masalah yang dapat menjadi strategi untuk kesiapan kawasan TOD; 3) mengidentifikasi kondisi variabel dan indikator pada kawasan Stasiun Kereta Api Tanjung Karang; 4) mengidentifikasi kesiapan kawasan Stasiun Kereta Api Tanjung Karang sebagai kawasan TOD. Data-data yang dibutuhkan diperoleh melalui observasi, wawancara, dan studi literatur. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif, SWOT, dan Gap. Berdasarkan hasil studi literatur terdapat tiga elemen yang digunakan untuk melihat kesiapan kawasan TOD yaitu fungsi dari Peter Calthorpe, lokasi dari Kementerian ATR/BPN, dan fisik lingkungan dari ITDP. Berdasarkan analisis terdapat potensi dan masalah yang kemudian dapat dijadikan sebagai strategi untuk siap menjadi kawasan TOD. Kondisi variabel dan indikator pada kondisi eksisting hanya elemen lokasi yang sudah siap, sedangkan elemen fungsi dan fisik lingkungan belum siap menjadi kawasan TOD. Secara keseluruhan kawasan Stasiun Kereta Api Tanjung Karang belum siap menjadi kawasan TOD, apabila dilihat dari hasil kondisi variabel dan indikatornya. Oleh karena itu, diperlukan analisis studi kelayakan terlebih dahulu pada kawasan ini agar aktivitas TOD menjadi lebih efektif.

Publisher
Institut Teknologi Sumatera

URI
http://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB1910010011

Collection
Perencanaan Wilayah dan Kota