(0721) 8030188    pusat@itera.ac.id   

[SIPIL - 2019] Analisis Pemilihan Moda Angkutan Kota dan Angkutan Online dengan Metode Stated Preference (Studi Kasus: Tanjung Karang – Kemiling dan Tanjung Karang Sam Ratulangi)


Kemunculan angkutan online sangat berpengaruh terhadap pemilihan penggunaan moda transportasi di Kota Bandar Lampung. Sebelum ada angkutan online, Kota Bandar Lampung mengandalkan mobil angkutan kota dan bus (Damri dan Bus Rapid Transit) dengan berbagai trayek sebagai transportasi umum. Dengan kemunculan angkutan online, keberadaan angkutan kota dan bus di Kota Bandar Lampung semakin berkurang. Penelitian ini untuk mengkaji hubungan antara karakteristik perjalanan dan pemilihan layanan moda transportasi berbasis online dan non-online, dan faktor-faktor yang berpengaruh dalam pemilihan moda. Stated preference adalah sebuah pendekatan dengan menyampaikan pernyataan pilihan (option) berupa sebuah hipotesa untuk dinilai oleh responden. Hasil dari Stated Preference berupa respon atau jawaban dari responden untuk situasi yang berbeda. Analisis Regresi Berganda adalah hubungan yang secara linear terhadap dua atau lebih variabel independen (X1, X2,...Xn) dengan variabel dependen (Y). Analisis ini digunakan untuk mengetahui arah hubungan antara variabel independen(bebas) dengan variabel dependen(tetap). Berdasarkan hasil survei yang dilakukan pada 178 responden pengguna angkutan umum (mobil angkot) dan angkutan online, didapatkan sebanyak 17 responden lebih memilih mobil angkot, dan sebanyak 161 responden lebih memillih angkutan online. Persamaan utilitas yang dihasilkan adalah sebagai berikut: U = – 0.095 + 0.054 X1 + 0.187 X4. Berdasarkan syarat regresi linier berganda yakni harus tidak ada korelasi yang kuat antar sesama variabel bebas. Variabel bebas X4 (Keamanan) memiliki hubungan yang lebih kuat dengan variabel bebas lain, X2, X3, dan X5, daripada dengan variabel terikat Y. Maka, dipilih variabel yang lebih kuat hubungannya dengan variabel terikat Y, yaitu variabel X4 (Keamanan). Nilai R sebesar 0,316 berarti bahwa variabel-variabel bebas yang digunakan memiliki pengaruh terhadap variabel terikat sebesar 31.6%. Sedangkan sisanya dipengaruhi atau dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam model penelitian ini.

Publisher
Institut Teknologi Sumatera

URI
http://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB1910010008

Collection
Teknik Sipil