(0721) 8030188    pusat@itera.ac.id   

[SIPIL - 2019] Analisis Karakteristik Kuat Geser Tanah Residu Hasil Pelapukan Batuan Tufa Lampung Yang Dipadatkan


Tanah residu adalah tanah sisa dari pelapukan batuan yang kemudian diendapkan di atas batuan induknya (tufa piroklastik). Kekuatan geser tanah merupakan gaya tahanan internal yang bekerja per satuan luas massa tanah untuk menahan keruntuhan atau kegagalan sepanjang bidang runtuh dalam massa tanah tersebut. Dalam penelitian ini untuk mendapatkan parameter tersebut digunakan alat unconfined compression strength (UCS) dengan variasi jumlah pemadatan 10, 20, 30, 40, 50 kali tumbukan dan variasi kadar air 25%, 30%, 35%. Hasil dari penelitian ini didapatkan nilai kuat geser maksimum terdapat pada jumlah pemadatan 40 kali tumbukan dengan variasi kadar air. Nilai kuat geser pada penambahan kadar air 25% sebesar 2,11 kg/cm2, kadar air 30% sebesar 2,46 kg/cm2, kadar air 35% sebesar 2,5 kg/cm2. Sedangkan pada variasi pemadatan 50 kali tumbukan dengan variasi kadar air. Nilai kuat geser pada penambahan kadar air 25% sebesar 1,85 kg/cm2, kadar air 30% sebesar 1,46 kg/cm2, kadar air 35% sebesar 0,72 kg/cm2. Hal ini disebabkan sampel tanah dalam keadaan kadar air optimum tanah akan lebih sensitif ketika dipadatkan. Jika tanah dipadatkan dengan tingkat pemadatan yang tinggi/lebih besar dari pemadatan maksimumnya, maka nilai qu dan cu menurun. Daya dukung tanah residu hasil pelapukan batuan tufa Lampung dapat digunakan sebagai konstruksi jalan raya (Subgrade).

Publisher
Institut Teknologi Sumatera

URI
http://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB1910010002

Collection
Teknik Sipil