(0721) 8030188    pusat@itera.ac.id   

[SIPIL - 2019] Perencanaan Tebal Perkerasan Jalan Menggunakan Metode Manual Desain Perkerasan Jalan (MDP) 2017 Studi Kasus Tol Trans Sumatera Bakauheni Terbanggi Besar Seksi 2 Sidomulyo – Kota Baru Pada STA. 58 + 450 – STA. 73+800


Jalan Tol Trans Sumatera Bakauheni Terbanggi Besar Seksi 2 Sidomulyo- Kota Baru merupakan salah satu jalan alternatif sebagai usaha yang kemungkinan menanggulangi terjadi kemacetan pada jalan yang telah ada. Oleh karena itu perlu dilakukan penyedian jalan dengan tebal perkerasan yang dapat menampung lalu lintas sampai batas umur rencananya. Perencanaan tebal perkerasaan lentur ini menggunakan metode manual desain perkerasan jalan (MDP) 2017 dan metode Pd T 01/2002/B yang digunakan untuk mengevaluasi sensitivitas dari variasi tebal lapis permukaan dan pengaruh variasi beban pada umur perencanaan. CBR dan data lalulintas harian rata-rata merupakan data sekunder dari Satker Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional (P2JN) Provinsi Lampung. Analisis yang dilakukan antara lain: Menghitung tebal perkerasan menggunakan Metode Manual Desain Perkerasan 2017 dengan mengikuti pedoman Pd T 01/2002/B, mengevaluasi variasi terhadap tebal lapis permukan dan beban kendaraan. Hasil perhitungan perencanaan tebal perkerasan lentur Jalan Tol Trans Sumatera Bakauheni Terbanggi Besar Seksi 2 Sidomulyo – Kota Baru dengan Metode Manual Desain Perkerasan Jalan (MDP) 2017 didapatkan tebal AC - WC setebal 4 cm, AB BC setebal 6 cm, AC Base setebal 12,5, CTB setebal 15 cm dan Fondasi Agregat Kelas A setebal 15 cm, untuk metode 2002 diperoleh tebal AC-WC setebal 12,7 cm, AC-BC setebal 17,5 cm, dan AC Base setebal 25,4 cm. sedangkan untuk skenario 1 yaitu variasi pengurangan terhadap tebal sebesar 10%,20% dan 30% menghasilkan nilai CESAL 60.084.042,79; 51.210.447,28; 43.553. 209,11 dan pada variasi penambahan tebal menghasilkan nilai CESAL 82.181.232,35 ; 95.808.221, 60 ; 111.462.566,97, serta untuk skenario 2 yaitu variasi pengurangan terhadap CESAL sebesar 10%,20% dan 30% menghasilkan tebal berturut- tutut 3,73 ; 3,43 ; 3,10 dan pada penambahan mengahasilkan tebal 4,25 ; 4,47 ; 4,68. Perubahan variasi tebal perkerasan secara umum lebih sesnsitif dibandingkan terhadap perubahan variasi pembebanan, serta perubahan variasi tebal juga lebih sensitif terhadap umur layan rencana dibandingkan dengan variasi pembebanan terhadap umur layan rencana.

Publisher
Institut Teknologi Sumatera

URI
http://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB1910010001

Collection
Teknik Sipil