(0721) 8030188    pusat@itera.ac.id   

[GEOMATIKA - 2019] Pemanfaatan Citra Spot 6 Untuk Analisis Cadangan Karbon Hutan Bakau Di Sebagian Pantai Timur Lampung Selatan Dan Tahura Wan Abdul Rachman


Hutan Bakau merupakan kawasan hutan dengan penyerapan karbon terbaik. Pesisir Timur Kabupaten Lampung Selatan memiliki kawasan hutan bakau sebesar 6.213,33 ha yang sangat disayangkan hampir keseluruhannya dalam kondisi rusak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan karbon pada hutan bakau dan Hutan Tropis dataran tinggi menggunakan citra SPOT 6 untuk memetakan sebaran cadangan karbon di lokasi penelitian. Pemanfaatan citra satelit SPOT 6 mampu memberikan informasi mengenai biomassa berdasarkan pengolahan citra yang telah divalidasi menggunakan sampel lapangan yang selanjutnya digunakan untuk menghitung serapan karbon. Penelitian ini dilakukan pada dua lokasi dengan penelitian Hutan Bakau spesies Avicennia marina yang berada di Pesisir Timur Kabupaten Lampung Selatan dan Hutan Tropis dataran tinggi dengan spesies heterogen yang berada di Taman Hutan Raya Wan Abdul Rachman Kabupaten Pesawaran. Penerapan metode Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) pada penelitian dilakukan untuk mengetahui tingkat kerapatan tegakan pada citra. Pengambilan sampel lapangan berupa diameter setinggi dada (DBH) dilakukan untuk membuat persamaan alometrik yang sesuai pada lokasi penelitian. Model regresi digunakan untuk melakukan dugaan karbon tanpa pengambilan destruktif sampel. Model regresi yang digunakan adalah model regresi linier, polinomial dan eksponensial. Model terbaik ditentukan berdasarkan nilai regresi (R2) terbesar dan RMSE terkecil. Berdasarkan hasil analisis regresi diperoleh nilai regresi (R2) polinomial terbesar pada Hutan Bakau sebesar 0,6567 dan Hutan Tropis Tahura Wan Abdul Rachman sebesar 0,7548. Hasil klasifikasi penggunaan lahan menunjukkan overall accuracy pada Hutan Bakau dan Tahura Wan Abdul Rachman masing-masing sebesar 83,72% dan 80%. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa Tahura Wan Abdul Rachman memiliki cadangan karbon lebih besar dibandingkan Hutan Bakau dengan luasan cadangan karbon per 100 hektar masing-masing 86398,48 ton dan 7822,28 ton.

Publisher
Institut Teknologi Sumatera

URI
http://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB1909230004

Collection
Teknik Geomatika