(0721) 8030188    pusat@itera.ac.id   

[GEOMATIKA - 2019] Penerapan Algoritma Lyzenga pada Citra Sentinel-2B dan Citra SPOT-7 untuk Estimasi Kondisi, Kapasitas, dan Keberadaan Terumbu Karang (Studi Kasus: di Kawasan Perairan Pulau Kapo-Kapo dan Pulau Soetan, Kabupaten Pesisir Selatan, Provinsi Sumatera Barat


Terumbu karang merupakan salah satu ekosistem laut yang berpotensi dalam sumber kekayaan laut dan dalam pembangunan nasional. Potensi tersebut memiliki manfaat yang besar bagi kehidupan dan lingkungan biota yang hidup disekitar terumbu karang dan juga bagi kehidupan manusia. Pulau Kapo-Kapo dan Pulau Soetan merupakan salah satu pulau yang memiliki potensi habitat terumbu karang, yang dijadikan sebagai destinasi wisata di Kabupaten Pesisir Selatan. Terumbu karang di Pulau Kapo-Kapo dan Pulau Soetan telah mengalami kerusakan pada sebagian pulau, disebabkan karena maraknya nelayan menggunakan bom untuk menangkap ikan dan juga disebabkan oleh faktor lingkungan, seperti tingginya sedimentasi dan peristiwa coral bleaching (pemutihan karang). Salah satu alternatif yang bisa digunakan untuk mengetahui kondisi dan luas habitat terumbu karang adalah menggunakan teknologi penginderaan jauh, yaitu citra satelit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan citra Sentinel-2B dan citra SPOT-7 dalam mendeteksi terumbu karang. Algoritma lyzenga (koreksi kolom air) merupakan salah satu metode yang diterapkan untuk mengindentifikasi habitat terumbu karang pada perairan dangkal. Metode ini digunakan untuk mengeliminasi kesalahan identifikasi spektral habitat karena faktor kedalaman. Berdasarkan hasil dari pengolahan, luasan terumbu karang yang diperoleh dari citra Sentinel-2B adalah terumbu karang dengan kondisi sehat, dengan luas 109,14 ha dan terumbu karang yang tidak sehat (mati) memiliki luas sebanyak 84,08 ha, sedangkan terumbu karang sehat pada citra SPOT-7 memiliki luas 102,96 ha dan terumbu karang yang tidak sehat (mati) memiliki luas 71,02 ha. Hasil uji akurasi menyatakan bahwa nilai overall accuracy pada citra Sentinel-2B adalah 80% dan pada citra SPOT-7 nilai overall accuracy yang diperoleh adalah 87,09%. Diantara citra Sentinel-2B dan citra SPOT-7, citra yang mendekati akurasi yang bagus adalah citra SPOT-7, karena selain nilai overall accuracy yang lebih tinggi, citra SPOT-7 memiliki resolusi spasial yang lebih tinggi dari citra Sentinel-2B.

Publisher
Institut Teknologi Sumatera

URI
http://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB1909190002

Collection
Teknik Geomatika