(0721) 8030188    pusat@itera.ac.id   

[GEOMATIKA - 2019] Penerapan Metode Normalized Difference Vegetation Index (NDVI), Normalized Difference Moisture Index (NDMI) dan Parameter Fisik untuk Zonasi Rawan Longsor di Kota Bandar Lampung


Tingginya intensitas hujan menyebabkan bencana longsor di beberapa wilayah Kota Bandar Lampung.Penelitian ini bertujuan untuk melakukan zonasi rawan longsor sebagai salah satu upaya mitigasi bencana longsor. Secara umum identifikasi kerawanan longsor dapat diketahui dengan melakukan analisis spasial menggunakan beberapa parameter yang menjadi penyebab terjadinya tanah longsor yaitu kemiringan lereng, curah hujan, penggunaan lahan dan jenis tanah. Penerapan metode Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) dan Normalized Difference Moisture Index (NDMI) digunakan untuk mendukung parameter fisik zonasi rawan longsor. Berdasarkan klasfikasi nilai NDVI dan NDMI menunjukkan bahwa Kota Bandar Lampung memiliki kerapatan vegetasi rendah 37,424% dan kondisi tanah yang kering sebesar 83,894% dari total luas kota Bandar Lampung. Parameter penggunaan lahan dilakukan dengan metode Maximum Likelihood Classification (MLC) menghasilkan overall accuracy 91,4%. Seluruh parameter identifikasi rawan longsor tersebut diintegrasi dengan metode skoring dan pembobotan pada analisis spasial. Peta Zonasi Rawan Longsor terdiri dari tiga kelas yaitu rendah, sedang, dan tinggi. Tingkat kerawanan longsor yang dominan adalah sedang dengan luasan 11337,2 Ha atau 61,880% dari total luas wilayah penelitian. Tingkat kerawanan longsor kelas rendah dan tinggi memiliki persentase berturut-turut 31,607% dan 6,512%. Hasil analisis spasial pada seluruh parameter menunjukkan akurasi peta 87,5%.Kerawanan longsor tinggi didominasi pada Kecamatan Sukabumi, Kemiling dan Tanjung Karang Barat. Hasil validasi lapangan menunjukkan potensi longsor dapat terjadi karena faktor alam maupun faktor manusia. Faktor alam yang sangat berpengaruh pada peristiwa longsor yaitu tingginya curah hujan pada kemiringan lereng yang curam dan lahan terbuka sedangkan faktor manusia menunjukkan potensi longsor pada kawasan tambang batuan.

Publisher
Institut Teknologi Sumatera

URI
http://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB1909100005

Collection
Teknik Geomatika