(0721) 8030188    pusat@itera.ac.id   

[GEOMATIKA - 2019] Studi Kemampuan Untuk Pembuatan Kerangka Dasar Horizontal Menggunakan Rapid Static dan Terestris (Studi: Dusun IV, Desa Way Galih, Lampung Selatan)


Titik Kontrol Geodetik merupakan titik yang memanifestasikan di lapangan dalam bentuk monumen, dan koordinatnya ditentukan dengan metode pengukuran geodetik serta dinyatakan dalam sistem referensi koordinat tertentu. Kerangka kontrol geodesi terbagi atas 2 (dua) yaitu kerangka dasar horizontal dan kerangka dasar vertikal. Kerangka Dasar Horizontal berfungsi sebagai titik acuan yang digunakan untuk pengukuran detail dan situasi. Menentukan koordinat kerangka dasar horizontal dapat dilakukan dengan menggunakan alat total station dan GNSS. Penelitian ini, mengkaji hasil pengukuran koordinat Kerangka Dasar Horizontal menggunakan alat GNSS dengan metode Rapid Static dengan lama pengamatan 10 menit serta pengukuran metode poligon yang akan dibandingkan ketelitiannya dengan metode Static dengan lama pengamatan 50 menit (titik yang dianggap benar). Lokasi penelitian yang digunakan adalah Desa Way Galih, Lampung Selatan. Data penelitian diambil menggunakan 2 (dua) alat yaitu GNSS Geodetik Hiper II dan GR-5 untuk survei GNSS dan Total Station Topcon GTS 235N untuk terestris. Penelitian ini menghasilkan perbandingan pergeseran absis dan pergeseran ordinat, analisa penyebab pergeseran absis dan pergeseran ordinat, serta perbandingan biaya dan waktu yang dibutuhkan dengan acuan ketelitian. Berdasarkan hasil perhitungan metode poligon memiliki nilai pergeseran absis sebesar -0,024 meter dengan nilai standar deviasi 0,029 meter dan nilai pergeseran ordinat sebesar -0,001 meter dengan nilai standar deviasi 0,025 meter. Sedangkan pada survei GNSS memiliki nilai pergeseran absis -0,010 meter dengan nilai standar deviasi 0,026 meter dan nilai pergeseran ordinat sebesar -0,001 meter dengan nilai standar deviasi 0,033 meter. Waktu yang dibutuhkan untuk survei GNSS adalah 3 jam 38 menit dengan biaya Rp 1.940.000, sedangkan waktu yang dibutuhkan metode poligon adalah 13 jam 20 menit dengan biaya Rp 2.340.000. Dapat disimpulkan bahwa untuk mengukur kerangka dasar horizontal lebih efektif menggunakan metode rapid static.

Publisher
Institut Teknologi Sumatera

URI
http://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB1909100004

Collection
Teknik Geomatika