(0721) 8030188    pusat@itera.ac.id   

[FISIKA - 2019] Penentuan Hiposenter dan Episenter Gempa Vulkano-Tektonik Gunungapi Tangkuban Parahu dengan Menggunakan Metode Geiger


Gunungapi Tangkuban Parahu merupakan salah satu gunungapi aktif yang terletak di Jawa Barat. Sampai pada saat ini, masih terekam aktivitas kegempaan di bawah gunungapi tersebut. Kegempaan tersebut tentunya harus diantisipasi dengan baik, mengingat gunungapi ini berada di 2 kabupaten, yaitu Kabupaten Bandung dengan jumlah penduduk 3.534.114 jiwa dan Kabupaten Subang dengan jumlah penduduk 1.529.388 jiwa (Pusat Data dan Analisa Pembangunan Jawa Barat, 2015). Jumlah populasi yang cukup padat menjadi permasalahan yang sangat penting dalam mitigasi bencana Gunungapi Tangkuban Parahu. Pada bulan Juni dan Juli 2017 terjadi peningkatan aktivitas seismik di bawah permukaan gunungapi dibandingkan pada bulan-bulan sebelumnya. Peningkatan seismik yang terjadi mirip dengan peningkatan seismik yang terjadi pada tahun 2013. Namun, peningkatan aktivitas tersebut tidak mengakibatkan terjadinya erupsi seperti yang terjadi pada tahun 2013, sehingga perlu dilakukan pemantauan secara intensif. Salah satu pemantauan yang dilakukan adalah dengan memantau kegempaan yang terjadi di Gunungapi Tangkuban Parahu. Oleh karena itu, dilakukan penelitian terhadap kegempaan pada Gunungapi Tangkuban Parahu bulan Juni dan Juli 2017 berdasarkan jenis gempa dan sebaran hiposenter – episenter gunungapi tersebut. Penentuan hiposenter dan episenter gempa gunungapi menggunakan Metode Geiger, yaitu metode yang memerlukan informasi waktu terjadinya gempa, picking gelombang P dan S pada gempa yang terjadi, dan informasi waktu tiba gelombang P dan gelombang S dari minimal 3 stasiun yang ada. Jenis gempa dapat digunakan untuk mengetahui tipe gempa, sedangkan posisi hiposenter dapat digunakan untuk menganalisa lokasi dan pergerakan fluida. Berdasarkan penelitian yang dilakukan terhadap analisis tingkat aktivitas kegempaan Gunungapi Tangkuban Parahu, hasil yang diperoleh dari hiposenter yaitu seismisitas kegempaan pada gunungapi tersebut didominasi oleh gempa vulkanik dangkal dengan kedalaman 1,6 km di atas datum. Daerah asesmik gunungapi yang diprediksi adanya suatu fluida terletak pada 0 km hingga 1,5 km di bawah datum. Kemudian, episenter Gunungapi Tangkuban menunjukkan bahwa aktivitas kegempaan vulkanik gunungapi tersebut searah dengan arah Sesar Pasir Kuda dan Gunung Palasari, yaitu berarah Barat Daya – Timur Laut. Dari hasil penelitian tersebut maka dapat diprediksi bahwa aktivitas seismik yang terjadi bukan dipicu oleh pergerakan fluida, namun dipicu oleh gerakan sesar normal. Sesar normal yang diduga berasal dari Sesar Pasir Kuda dan Sesar Gunung Palasari dengan arah bidang sesar Barat Daya-Timur Laut.

Publisher
Institut Teknologi Sumatera

URI
http://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB1908300003

Collection
Fisika