(0721) 8030188    pusat@itera.ac.id   

[GEOMATIKA - 2017] Pembuatan Peta Zona Nilai Tanah dengan Metode Inverse Distance Weighted


View/Open
Full Text

Date
2017-09-20

Author
Rizky Ahmad Yudanegara (23112014),


Keyword
Nilai Tanah , NJOP , PBB , BPHTB , ZNT , IDW ,
Tanah merupakan kebutuhan dasar bagi kehidupan manusia untuk dijadikan tempat tinggal dan melakukan kegiatannya. Di samping itu, tanah mempunyai nilai, informasi atas nilai tanah digunakan untuk penentuan Nilai Jual Obyek Pajak (NJOP), selain nilai dasar perhitungan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Saat ini NJOP menjadi acuan dalam berabagai jenis transaksi pertanahan, seperti perhitungan nilai dasar ganti rugi, perhitungan pajak penghasilan, penetapan Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), dan pembuatan zonasi nilai tanah untuk pembuatan peta Zona Nilai Tanah (ZNT). ZNT merupakan zona geografis dengan suatu batas imajiner, yang menggambarkan Nilai Indikasi Rata – Rata (NIR) tanah yang relatif sama, terdiri dari sekumpulan bidang tanah yang mempunyai perbedaan nilai antara satu dengan yang lainnya. Pada umumnya ada 3 medode yang digunakan untuk menentukan nilai tanah, yaitu Perbadingan Harga Pasar (sales compararation approach), Pendekatan Biaya (cost approach), Pendekatan Pendapatan (income approach). Akan tetapi ketiga metode tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan masing – masing. Proses pembuatan ZNT terdiri dari enam tahapan besar, yakni tahap persiapan, pengumpulan data harga jual, kompilasi data, rekapitulasi data dan memplot data transaksi pada peta kerja ZNT, analisis data, dan pembuatan peta ZNT akhir. Pembuatan peta ZNT memerlukan proses yang tidak sedikit, oleh karena itu, diperlukan suatu cara alternatif untuk mempersingkat proses pembuatan peta ZNT. Salah satu alternatif untuk mebuat peta ZNT adalah dengan melakukan proses interpolasi data harga tanah. Dalam penelitian tugas akhir ini, metode untuk pengolahan nilai tanah menggunakan metode interpolasi Inverse Distance Weighted (IDW). Metode IDW memiliki asumsi bahwa setiap titik input mempunyai pengaruh yang bersipat lokal yang berkurang terhadap jarak. Metode ini dipengaruhi oleh inverse jarak yang diperoleh dari persamaan matematika, dimana pengaruh akan lebih besar pada titik – titik yang lebih dekat sehingga menghasilkan bentuk yang lebih detail. Pengaruh akan lebih kecil dengan bertambahnya jarak dimana permukaan yang dihasilkan kurang detail.

Publisher
Institut Teknologi Sumatera

URI
http://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB1908090001

Collection
Teknik Geomatika