(0721) 8030188    pusat@itera.ac.id   

[GEOMATIKA - 2019] Analisis Pengolahan Data Multibeam Echosounder Berdasarkan Standar IHO S-44 Edisi 5 (Studi Kasus: Selat Lembeh, Sulawesi Utara)


Lautan mendominasi sebagian besar belahan dunia, hal tersebut tentu menjadi tantangan tersendiri bagi negara-negara yang memiliki wilayah laut untuk mengembangkan potensi maritim. Untuk mengembangkan potensi maritim secara maksimal, tentunya diperlukan pengembangan SDM dibidang hidrografi, diperlukan pengembangan pada hardskill pengolahan data hidrografi itu sendiri. Melihat permasalahan tersebut, maka dilakukan penelitian mengenai pengolahan data hidrografi khususnya MBES serta uji ketelitian data hasil olahannya, menggunakan lajur pertampalan maupun dibandingkan dengan data kedalaman SBES. Pengolahan data MBES pada penelitian ini dilakukan menggunakan perangkat lunak EIVA NaviSuite dengan proses input data, koreksi pasang surut, koreksi kecepatan suara, cleaning data, dan patch testing serta menghasilkan titik-titik kedalaman MBES. Titik-titik kedalaman MBES hasil olahan tersebut dilakukan uji ketelitian data kedalamannya dengan membandingkan kedalaman tiap lajur pertampalan dan juga membandingkannya dengan titik kedalaman SBES. Proses pencarian titik pertampalan atau berdekatan tersebut menggunakan metode spatial join pada perangkat lunak pengolahan data geospasial. Seluruh kedalaman yang menjadi titik uji dibandingkan terhadap ambang batasnya masing-masing. Sehingga, dari penelitian ini dapat diketahui bahwa proses pengolahan data sesuai dengan prosedur IHO S-44 Edisi 5 dapat dibagi menjadi 5 tahapan, yaitu: input data, koreksi pasang surut, koreksi kecepata suara, patch testing, dan cleaning data. Berdasarkan hasil uji ketelitian, untuk data kedalaman MBES lajur pertampalan menghasilkan 95% titik kedalaman diterima, 5% titik kedalaman ditolak dari 142651 titik kedalaman bertampalan, sedangkan dari hasil uji ketelitian MBES terhadap SBES menghasilkan 92% titik kedalaman diterima, 8% titik kedalaman ditolak dari 4976 titik kedalaman yang diuji. Pada hasil uji ketelitian data kedalaman MBES dapat disimpulkan bahwa tidak seluruh titik kedalaman hasil olahan MBES telah terhindar dari kesalahan dan kedua metode uji ketelitian, menggunakan lajur pertampalan atau dengan perbandingan data kedalaman MBES terhadap SBES, keduanya mampu mengidentifikasi kesalahan pada titik-titik kedalaman yang diuji.

Publisher
Institut Teknologi Sumatera

URI
http://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB1908020001

Collection
Teknik Geomatika