(0721) 8030188    pusat@itera.ac.id   

DAMPAK PROGRAM PENINGKATAN KAPASITAS SUMBER DAYA MANUSIA PETANI KAKAO SEBAGAI BASIS PEREKONOMIAN KAWASAN PERDESAAN Studi Kasus: Program Produksi Kakao Berkelanjutan di Kecamatan Gedong Tataan


Basis ekonomi Perdesaan terletak pada sektor pertanian, salah satu sub sektor pertanian yaitu komoditi kakao namun dalam kurun waktu lima tahun terakhir terdapat penurunan produksi kakao disebabkan kondisi tanaman tua, rusak, tidak produktif, dan terkena serangan hama dan penyakit dengan tingkat serangan berat. Hal ini terindikasi pada pola praktik budidaya tanaman kakao yang tidak baik dan kurangnya kapasitas dan pengetahuan SDM petani kakao serta pendampingan program yang diberikan oleh Pemerintah dalam meningkatkan pengetahuan atau peyuluhan kepada petani kakao. Swisscontact merupakan lembaga swadaya masyrakat yang memiliki program dalam peningkatan kapasitas SDM petani kakao di kawasan perdesaan dengan mengusung program produksi kakao berkelanjutan yang dilaksanakan di Kecamatan Gedong Tataan. Oleh karena itu penelitian ini ditunjukan untuk menilai dampak program dalam meningkatkan kapasitas SDM petani kakao sebagai basis perekonomian kawasan perdesaan. Penelitian ini juga disusun untuk mengetahui apakah suatu program yang dilaksanakan oleh Swisscontact di Kecamatan Gedong Tataan memiliki dampak yang siginifikan dalam meningkatkan kapasitas SDM petani kakao. Jenis data yang dikumpulkan pada penelitian ini adalah data sekunder dan primer. Pendekatan metode penelitian ini mengunakan kuantitatif selanjutnya digunakan strategi quasi eksperimen. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dan inferensial. Komponen pengetahuan dan keterampilan yang digunakan pada analisis ini merupakan materi praktik budidaya tanaman kakao yang baik antara lain mengenal tanaman kakao, mengenal tanah,kerusakan tanah dan konversi tanah, nutrsi tanaman, musuh alami,gulma,hama dan peyakit utaman pada tanaman kakao, mengenal pestisida kimia dan nabati, pemeliharaan kebun kakao serta rahabilitasi tanaman. Melalui analisis yang dilakukan, program tersebut berdampak pada peningkatan kapasitas SDM petani kakao walau terdapat komponen pengetahun dan keterampilan petani yang tidak berdampak. Program ini perlu dilanjutkan dan didukung oleh pemerintah dalam meningkatkan kapasitas SDM petani kakao guna meningkatkan produksi kakao yang berkelanjutan.

Publisher
ITERA

URI
http://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB1811140015

Collection
Perencanaan Wilayah dan Kota