(0721) 8030188    pusat@itera.ac.id   

IDENTIFIKASI PERUBAHAN STRUKTUR RUANG BWK C KOTA BANDAR LAMPUNG AKIBAT PENGARUH PEMBANGUNAN INTERNAL DAN EKSTERNAL KOTA


Kota mengalami perkembangan sebagai akibat dari pertumbuhan penduduk, perubahan sosial-ekonomi dan teknologi serta interaksi dengan kota-kota lain di sekitarnya. Bagian Wilayah Kota (BWK) C yang meliputi Kecamatan Sukarame, Kecamatan Tanjung Senang dan Kecamatan Way Halim yang mengalami perkembangan kota secara internal dan pengaruh perkembangan eksternal dengan keberadaan ITERA dan Jalan Tol Trans Sumatera. Dinamika pembangunan dan aktivitas menyebabkan perkembangan fisik ruang kota dan secara langsung mempengaruhi perkembangan struktur ruang kota. Perkembangan yang terjadi dikhawatirkan dapat menimbulkan masalah penataan ruang yang kacau, sebagai tindakan preventif maka tujuan dari penelitian ini yaitu mengidentifikasi perubahan struktur ruang kota yang terjadi di BWK C Kota Bandar Lampung akibat pengaruh pembangunan internal dan eksternal kota. Manfaat penelitian ini diharapkan dapat menberikan gambaran proses perubahan bentuk struktur ruang kota ditinjau dari aktivitas aspek-aspek perkotaan dan menjadi wacana bagi pemerintah Kota Bandar Lampung dalam mengambil kebijakan pengembangan kota di masa yang akan datang agar dapat lebih efektif dan efisien dalam pemanfaatan ruang kota. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu dengan metode analisis deskriptif komparatif, analis overlay GIS, dan analisis hirarki indeks sentralitas berdasarkan data sekunder dan observasi lapangan dalam rentang waktu tahun 2010 hingga tahun 2016. Hasil analisis studi ini adalah model struktur ruang BWK C dengan pendekatan hirarki pusat pelayanan kota juga tidak berubah, masih berbentuk multi nodal. Model struktur ruang kota dengan pendekatan ekologis memiliki fenomena tersendiri, yang belum dapat dijelaskan oleh ketiga teori stuktur ruang kota. Kecenderungan arah perkembangan fisik kawasan terbangun di BWK C cenderung mengarah kedalam atau bersifat interstisial yaitu adanya intensifikasi lahan ke arah dalam artinya semakin kompak, yang sebelumnya bentuk morfologis BWK C berubah dari bentuk memita (Ribbon Shaped City) menjadi bentuk menggurita (Octopus Shaped City).

Publisher
ITERA

URI
http://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB1811140003

Collection
Perencanaan Wilayah dan Kota