Research Repository

"Institut Teknologi Sumatera"


IDENTIFIKASI FAKTOR PRIORITAS PARTISIPASI MASYARAKAT DAN DAMPAK POSITIF DARI PARTISIPASI MASYARAKAT PADA TAHAP PERENCANAAN PROGRAM NUSSP DI KOTA BANDAR LAMPUNG Studi Kasus: Kelurahan Kota Karang Kecamatan Teluk Betung Timur


ABSTRAK Tugas akhir ini mendiskusikan mengenai faktor prioritas partisipasi masyarakat dan dampak positif dari partisipasi masyarakat pada tahap perencanaan Program NUSSP (Neighborhood Upgrading Shelter and Sector Project) di Kota Bandar Lampung. Metode pengumpulan data melalui penyebaran kuesioner kepada stakeholders dan masyarakat Kelurahan Kota Karang. Metode analisis yang digunakan adalah metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dan metode analisis faktor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor prioritas partisipasi masyarakat menurut stakeholders dan masyarakat Kelurahan Kota Karang, yaitu: 1) terbentuknya kerjasama antara pemerintah, kelembagaan di tingkat kelurahan, Lembaga Keswadayaan Masyarakat (LKM), dan masyarakat umum; 2) terbentuknya LKM dan masyarakat termasuk ke dalam keanggotaan LKM; 3) masyarakat terbiasa bergotong-royong; 4) adanya sosialisasi program yang diadakan oleh pemerintah; 5) KBR (Komunitas Berpendapatan Rendah) hidup lebih layak; 6) pendapat masyarakat diperhitungkan; 7) dan masyarakat bebas berpendapat. Dampak positif dari partisipasi masyarakat pada tahap perencanaan Program NUSSP yaitu masyarakat mampu menganalisis masalah, masyarakat mampu memecahkan masalah, dan masyarakat lebih peduli terhadap lingkungan. Rekomendasi untuk pemerintah, kelembagaan di tingkat kelurahan, dan masyarakat: 1) pemerintah sebaiknya bekerja sama dengan pihak-pihak kelembagaan di tingkat kelurahan, seperti lurah, RT (Rukun Tetangga), tokoh masyarakat, dan masyarakat Kelurahan Kota Karang; 2) pemerintah hendaknya melaksanakan sosialisasi program dengan jelas dan mudah dipahami oleh masyarakat; 3) pemerintah hendaknya memperhitungkan pendapat masyarakat dalam proses pengambilan keputusan; 4) lurah, RT, dan tokoh masyarakat hendaknya membuat jadwal rutin agar masyarakat selalu bergotong-royong dalam menyelesaikan masalah lingkungan; 5) masyarakat hendaknya termasuk ke dalam keanggotaan LKM. Kata kunci: Program NUSSP, partisipasi masyarakat, metode AHP (Analytical Hierarchy Process), metode analisis faktor.

Publisher
ITERA

URI
http://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB1803280001

Collection
Perencanaan Wilayah dan Kota