(0721) 8030188    pusat@itera.ac.id   

Analisis Pengelolaan Limbah Medis Padat di Puskesmas Pada Masa Pandemi COVID-19 (Studi Kasus Puskesmas Aren Jaya dan Puskesmas Sumur Batu, Kota Bekasi, Jawa Barat)


Pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) merupakan salah satu unit pelayanan kesehatan yang dalam kegiatannya menghasilkan limbah medis padat. Kota Bekasi merupakan kota dengan kasus COVID–19 sebanyak 37.192 kasus per tanggal 23 Maret 2021, hal ini menyebabkan timbulan limbah mengalami kenaikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis jumlah limbah medis padat COVID–19 dan menganalisis sistem pengelolaan limbah medis padat pada Puskesmas saat pandemi COVID–19 sesuai dengan Permen LHK No. 56 Tahun 2015 dan Surat Edaran No. SE.2/MENLHK/PSLB3/3/2020. Timbulan limbah medis padat COVID–19 Puskesmas berasal dari tiga sumber, yaitu: swab test, vaksinasi, dan kunjungan ke rumah warga yang isolasi mandiri. Kedua Puskesmas menangani limbah medis padat COVID–19 sesuai dengan Permen LHK No. 56 Tahun 2015 dan Surat Edaran No. SE.2/MENLHK/PSLB3/3/2020, pemusnahan limbah medis padat dilakukan oleh pihak ketiga dikarenakan kedua Puskesmas tidak memiliki insinerator. Pengetahuan dan sikap memiliki hubungan yang signifikan dalam pelaksanaan sistem pengelolaan limbah medis padat. Kesimpulan dari penelitian ini adalah timbulan limbah medis padat pada Puskesmas Aren Jaya lebih banyak dibandingkan pada Puskesmas Sumur Batu, hal ini dikarenakan jumlah penanganan pasien COVID–19 di Puskesmas Aren Jaya lebih tinggi. Sistem pengelolaan limbah medis padat COVID–19 sudah sesuai dengan peraturan pemerintah, akan tetapi pengelolaan limbah medis padat belum dilaksanakan secara maksimal seperti menyediakan jalur pengangkutan dan alat angkut limbah medis padat, serta pemusnahan limbah medis padat COVID–19 yang seharusnya dilakukan maksimal 3 hari sekali. Pengetahuan petugas perawat memiliki hubungan yang kuat dan positif terhadap pelaksanaan dengan nilai (r: 0,611; p-value: 0,000), dan pada hubungan sikap dan pelaksanaan berhubungan cukup dan positif dengan nilai (r: 0,491; p-value: 0,003). Sedangkan pada pengetahuan dan sikap terhadap pelaksanaan petugas pengelola sampah (cleaning service) memiliki hubungan sempurna dan positif dengan nilai (r: 1,000; p-value: 0,000).

Publisher


URI
http://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2108240025

Collection
Teknik Lingkungan