(0721) 8030188    pusat@itera.ac.id   

Daya Dukung Lingkungan Berbasis Kemampuan Lahan serta Hubungannya dengan Kerentanan Bencana Banjir di Kecamatan Teluk Betung Selatan


Kecamatan Teluk Betung Selatan merupakan salah satu daerah di Kota Bandar Lampung yang memiliki tingkat bahaya banjir tinggi yang dibuktikan dalam Dokumen Kajian Risiko Bencana Kota Bandar Lampung Tahun 2016 – 2020. Kondisi lahan yang relatif datar dan berada pada topografi yang rendah menambah potensi akan bahaya banjir tersebut. Penelitian ini dilakukan untuk melihat apakah aspek kerentanan dalam kebencanaan memiliki hubungan dengan kondisi kemampuan lahannya yang dilakukan dengan perhitungan untuk mengetahui kelas kemampuan lahan beserta klasifikasi pengembangan pada Kecamatan Teluk Betung Selatan menggunakan metode tumpang susun pada 9 peta satuan kemampuan lahan yang mengacu pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 20/PRT/M/2007 tentang Pedoman Teknik Analisis Aspek Fisik & Lingkungan, Ekonomi, serta Sosial Budaya dalam Penyusunan Rencana Tata Ruang dan juga perhitungan tingkat kerentanan banjir yang merujuk pada Peraturan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nomor 02 Tahun 2012 tentang Pedoman Umum Pengkajian Risiko Bencana. Untuk mengetahui hubungan antara kemampuan lahan dengan tingkat kerentanan banjir menggunakan metode analisis asosiasi korelatif yang nantinya akan menjawab tujuan dari penelitian ini. Hasil yang diperoleh yaitu kemampuan lahan yang ada pada Kecamatan Teluk Betung Selatan tergolong dalam kelas d, di mana memiliki kemampuan pengembangan agak tinggi. Selain itu, Kecamatan Teluk Betung Selatan didominasi oleh tingkat kerentanan banjir sedang yang tersebar di empat kelurahan. Hasil yang diperoleh pada analisis asosiasi korelatif yaitu terdapat hubungan antara kemampuan lahan (yang dalam hal ini menggunakan klasifikasi pengembangan) dengan tingkat kerentanan banjir, di mana hubungan tersebut searah dan memiliki kekuatan hubungan yang cenderung kuat. Sehingga, kesimpulan yang dapat diperoleh dari penelitian itu yaitu kelurahan yang memiliki klasifikasi pengembangan agak tinggi akan memiliki kerentanan banjir sedang. Pada saat klasifikasi pengembangan turun menjadi sedang, maka kerentanan banjirnya juga akan turun menjadi rendah. Dan untuk jenis kerentanan yang memiliki hubungan paling kuat dengan klasifikasi pengembangan pada kemampuan lahan yaitu kerentanan sosial yang kemudian diikuti dengan kerentanan fisik dan kerentanan ekonomi.

Publisher


URI
http://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2007220001

Collection
Perencanaan Wilayah dan Kota